Kompas.com - 04/10/2019, 09:00 WIB
Universitas Terbuka (UT) dengan tema Peran Matematika, Sains dan Teknologi dalam Kebencanaan yang diadakan di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan (3/10/2019). DOK. KOMPAS.com/YOHANES ENGGARUniversitas Terbuka (UT) dengan tema Peran Matematika, Sains dan Teknologi dalam Kebencanaan yang diadakan di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan (3/10/2019).

Ia menambahkan, selama ini alogaritma kebencanaan bertumpu pada 3 hal; matematika, fisika dan komputasi. "Peran teman-teman akademisi di perguruan tinggi menjadi sangat penting untuk terus memperbarui alogaritma STEM (sains, teknologi, teknik dan matematika) dalam deteksi dini bencana," ujar Prof. Dwikorawati.

Baca juga: Indonesia dan Jepang Berbagi Pengalaman Mitigasi Bencana

Sementara itu, dari Kominfo Prof. Ahmad Ramli (Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika) berupaya untuk terus meningkatkan infrastruktur terkait strategi mitigasi bencana, termasuk melakukan kerja sama dengan Jepang.

"Selain kerja sama riset, kita juga mendapat bantuan hibah Jepang terkait infrastuktur mitagasi bencana. Misal, selain running text informasi bencana kita juga menyontoh teknologi Jepang di mana ketika terjadi bencana, TV padam. Mirip teknologi di pesawat di mana saat-saat kritis, TV pesawat dimatikan."

Prof. Ahmad Ramli juga menyampaikan pihaknya tengah memperkuat infrastukur dan strategi terkait mitigasi bencana sehingga saat bencana terjadi, jalur komunikasi dapat tetap terjalin atau mampu pulih dengan cepat.

Pendekatan lintas keilmuan

Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika ini juga menyoroti pentingnya penguatan masyarakat sebagai bagian dari tanggap bencana. "Jadi tidak hanya teknologi yang diperkuat, masyarakat sebagai unsur manusianya juga perlu diperkuat secara sosial dan budaya bagaimana menghadapi bencana," ujarnya.

"Seperti Jepang, masyarakatnya sudah terlatih secara budaya sehingga tidak panik saat terjadi gempa. Anak-anak bahkan sudah paham apa yang harus mereka lakukan saat terjadi gempa," ujar Prof. Ahmad Ramli.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk itu ia menambahkan, strategi mitigasi bencana ke depan perlu dilakukan lintas keilmuan atau interdisipliner ilmu mulai dari STEM hingga sosial budaya.

Selain paparan umum terbuka, seminar nasional "Peran Matematika, Sains dan Teknologi dalam Kebencanaan" yang digelar UT juga dilanjutkan dalam forum grup diskusi yang mengangkat berbagai tema seputar mitigasi kebencanaan.

Tema-tema yang diangkat dalam kelas-kelas khusus ini di antaranya; penguatan kelembagaan desa dan mitigasi bencana, analisa kerentanan sosial masyarakat terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan, pemanfaatan data satelit untuk deteksi sebaran asap dan lainnya.  

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X