Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika ini juga menyoroti pentingnya penguatan masyarakat sebagai bagian dari tanggap bencana. "Jadi tidak hanya teknologi yang diperkuat, masyarakat sebagai unsur manusianya juga perlu diperkuat secara sosial dan budaya bagaimana menghadapi bencana," ujarnya.
"Seperti Jepang, masyarakatnya sudah terlatih secara budaya sehingga tidak panik saat terjadi gempa. Anak-anak bahkan sudah paham apa yang harus mereka lakukan saat terjadi gempa," ujar Prof. Ahmad Ramli.
Untuk itu ia menambahkan, strategi mitigasi bencana ke depan perlu dilakukan lintas keilmuan atau interdisipliner ilmu mulai dari STEM hingga sosial budaya.
Selain paparan umum terbuka, seminar nasional "Peran Matematika, Sains dan Teknologi dalam Kebencanaan" yang digelar UT juga dilanjutkan dalam forum grup diskusi yang mengangkat berbagai tema seputar mitigasi kebencanaan.
Tema-tema yang diangkat dalam kelas-kelas khusus ini di antaranya; penguatan kelembagaan desa dan mitigasi bencana, analisa kerentanan sosial masyarakat terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan, pemanfaatan data satelit untuk deteksi sebaran asap dan lainnya.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.