Tangkal Hoaks dan Radikalisme di "Generasi Z", Kemenag Gelar "Pentas PAI"

Kompas.com - 04/10/2019, 22:12 WIB
Direktur Pendidikan Agama Islam, Ditjen Pendidikan Agama Islam Kemenag, Rohmat Mulyana pada jumpa pers di Kemenag, Jakarta (2/10/2019) Sosialisasi Pentas Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI). DOK. KEMENAGDirektur Pendidikan Agama Islam, Ditjen Pendidikan Agama Islam Kemenag, Rohmat Mulyana pada jumpa pers di Kemenag, Jakarta (2/10/2019) Sosialisasi Pentas Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI).

KOMPAS.com - Hoaks dan radikalisme di kalangan remaja menjadi fenomena yang cukup meresahkan. Di era digital, generasi muda telah menjadi target penyebaran radikalisme dan menjadi ajang penyemaian kabar bohong alias hoaks.

" Radikalisme di kalangan generasi Z menurut survei mencapai 38 persen. Kita harus melakukan sesuatu untuk meredamnya," kata Direktur Pendidikan Agama Islam, Ditjen Pendidikan Agama Islam Kemenag, Rohmat Mulyana pada jumpa pers di Kemenag, Jakarta (2/10/2019).

Anak-anak sekolah berusia remaja adalah pengguna internet dan media sosial dengan intensitas sangat tinggi. "Hal ini membuat mereka rentan dengan doktrinasi berselubung agama" lanjut Rohmat.

Di sisi lain, terdapat kegiatan kerohanian Islam di sekolah. Namun pada beberapa kasus, kegiatan Rohis malah menjadi pintu masuk radikalisme dan pemahaman agama sempit.

Pekan keterampilan dan seni

Menghadapi hal ini, Salah satu langkah diambil Kementerian Agama adalah menyelenggarakan Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI).

Baca juga: Jawa Timur Raih Gelar Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah 2019

 

Pentas PAI merupakan wahana kompetisi antar peserta didik dari jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK dalam keterampilan dan seni islami.

Pentas PAI Tingkat Nasional IX Tahun 2019 akan diselenggarakan di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, 9-14 Oktober 2019.

Melalui Pentas PAI diharapkan tercipta tradisi kegiatan keagamaan peserta didik yang relevan dan kontekstual.

Gairah keagamaan remaja harus disalurkan sesuai dengan proporsi dan tahapan usianya dengan aktifitas yang membawa kebaikan (maslahah) bukan aktifitas yang mendatangkan banyak kerusakan (mafsadat).

Disain kegiatan ini adalah internalisasi nilai-nilai ajaran Islam sehari-hari dalam bentuk lomba. Ide-ide pluralisme akan masuk dalam tema-tema perlombaan seperti dalam lomba pidato, debat, nasyid, dan cerdas cermat.

10 cabang lomba

"Aktifitas ini dinilai dapat memotivasi remaja dalam mencintai dan mempelajari ajaran agama Islam," tambah Rohmat Mulyana.

Tahun ini Pentas PAI diikuti 1.200 peserta dan pendamping dari seluruh Indonesia dengan tema “Keberagamaan Generasi Milenial Yang Moderat”.

Ada 10 cabang perlombaan yang akan dipertandingkan yaitu:

  1. Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)
  2. Pidato
  3. Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ)
  4. Cerdas Cermat
  5. Kaligrafi
  6. Nasyid
  7. Debat PAI
  8. Kreasi Busana
  9. Penulisan Cerita Remaja Islami, dan
  10. Lomba Karya Ilmiah Remaja

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X