Pekan Kebudayaan Nasional Jadi Ruang Bersama untuk Indonesia Bahagia

Kompas.com - 08/10/2019, 23:19 WIB
Pembukaan Pekan Kebudayaan Nasional Tahun 2019 oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Mendikbud Muhadjir Effendy di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (7/10/2019). Dok. KemendikbudPembukaan Pekan Kebudayaan Nasional Tahun 2019 oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Mendikbud Muhadjir Effendy di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (7/10/2019).

KOMPAS.com – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko secara resmi membuka Pekan Kebudayaan Nasional Tahun 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Dalam kesempatan itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan visi besar berbangsa dan bernegara terkandung di dalam alinea pertama Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yakni “Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”.

Jika dirumuskan lebih singkat, maka visi tersebut sesuai dengan lirik pada stanza kedua lagu kebangsaan Indonesia Raya, yakni "Indonesia bahagia".

"Karena itu, sudah tepatlah bila Pekan Kebudayaan Nasional ini mengangkat tema 'Ruang Bersama Indonesia Bahagia',” ujar Muhadjir melalui keterangan tertulis.

Menjaga ruang kebhinekaan

Mendikbud menegaskan kembali cita-cita kemerdekaan Indonesia bukan hanya menghadirkan kesejahteraan yang dicapai melalui pembangunan ekonomi, melainkan memerlukan pembangunan yang lebih komprehensif dan secara mendasar menyentuh dimensi manusia, terutama tercapainya Indonesia bahagia.

Baca juga: BERITA FOTO: Ada Apa Saja di Pekan Kebudayaan Nasional?

Menteri Muhadjir pun mengingatkan pada hakikatnya pembangunan manusia merupakan pembangunan berbasis kebudayaan.

"Dalam menghidupkan kreativitas dan keanekaragaman ekspresi budaya, kita memerlukan ruang interaksi yang inklusif. Tidak ada keanekaragaman budaya tanpa interaksi yang melibatkan semua golongan," imbuhnya.

Menurut dia, interaksi sosial di masyarakat yang multikultural wajib diberikan ruang agar kebinekaan tetap terjaga. Maka dari itu, di sinilah pentingnya peran Pekan Kebudayaan Nasional.

Sehubungan dengan menghadapi Revolusi Industri 4.0, menurut Mendikbud, salah satu peranan penting kebudayaan nasional yaitu sebagai alat penangkal berbagai ancaman dari luar, khususnya dari pengaruh ideologi dan pemikiran yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

"Jadi untuk menangkal ancaman-ancaman dari luar, terutama pemikiran dan ideologi dari luar itu, tidak harus dengan kekerasan, tetapi dengan soft approach atau pendekatan budaya," ucap Muhadjir.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X