Sempat Jualan Timus, Kini Ayu Irmawati Jadi Wisudawan Terbaik IAIN Surakarta

Kompas.com - 12/10/2019, 09:32 WIB
Ayu Irmasari Raharjanti (tengah) mahasiswi lulusan terbaik 2019 IAIN Surakarta. DOK. IAIN SURAKARTAAyu Irmasari Raharjanti (tengah) mahasiswi lulusan terbaik 2019 IAIN Surakarta.

KOMPAS.com - Setiap manusia memiliki alur kehidupan masing-masing. Ada alur yang bercerita tentang tantangan meningkatkan kualitas diri, tentang kehilangan untuk mendapatkan ebih baik atau tentang perjuangan untuk mempertahankan sesuatu.

"Begitulah kehidupan penuh kejutan dari Yang Maha Pencipta, Allah SWT," ungkap Ayu Irmasari Raharjanti di awal ceritanya.

Irma, panggilan akrab perempuan kelahiran Sragen, tidak pernah menyangka perjalanan hidup sebagai anak penjaja timus (makanan khas daerah dari ubi jalar) mampu mengantarkan dirinya hingga pada titik ini: wisudawan terbaik IAIN 2019.

Sejak kecil, ungkap Irma seperti diceritakan di laman resmi IAIN Surakarta, ia sering bertanya-tanya pada diri sendiri; Apakah bisa? Apakah mampu aku mengejar semua mimpi dan cita-citaku?

Sempat jualan timus

Dulu setiap setelah pulang sekolah, Irma kerap ikut membantu orangtua maupun simbahnya (kakek/nenek) berjualan di pasar hingga sore hari sampai membantu menutup kios.

Baca juga: Kisah Inspiratif Antonia Asri, Meniti Karir Desainer di Amerika Serikat

Bahkan saat SMA Irma ikut menjajakan dagangan ibunya dengan berjualan timus di sekolah. Irma mengaku harus berjuang berangkat sekolah lebih pagi dari teman-temanya sehingga ia bisa menjajakan dagangan timusnya sebelum pelajaran sekolah dimulai.

Irma memercayai ungkapan pepatah Jawa, “ora obah ora mamah” yang artinya kalau tidak bekerja maka tidak bisa makan. Sampai pada akhirnya ibu melarangnya ikut berjualan dan memintanya untuk fokus belajar saja

"Sudah mbak biar bapak dan ibu saja yang memikirkan, mbak dan adek semangat belajar saja apalagi sebentar lagi mau ujian nasional," ucap Irma menirukan pesan ibunya.

Lamunan dan rasa putus asa Irma seketika sirna ketika melihat perjuangan Simbah dan juga kedua orangtuanya. "Itulah yang selalu membuat saya semangat belajar. Berkat doa Ibu dan Bapak saya selalu masuk tiga besar juara di kelas," ceritanya.

Sempat gagal SNMPTN

Jelang kelulusan di SMA Negeri 1 Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah, Irma sempat ragu memutuskan langkah hidup selanjutnya; memilih bekerja atau lanjut kuliah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X