Bila Tidak Lagi Jabat Menristekdikti, Ini Rencana dan "Titipan" Mohamad Nasir

Kompas.com - 16/10/2019, 21:12 WIB
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. Dok. KemenristekdiktiMenteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir.

KOMPAS.com – Periode pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan berakhir pada 20 Oktober 2019. Hal itu berarti masa jabatan para menteri bertugas dalam kabinet pemerintahan juga akan selesai dalam hitungan beberapa hari lagi.

Salah satunya yaitu Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ( Menristekdikti) Mohamad Nasir. Saat ditanya tentang rencana kegiatan yang akan dilakukannya jika tidak lagi menjabat sebagai Menristekdikti, ia mengaku akan kembali mengajar sebagai seorang akademisi.

“Saya kan dosen. Kalau tidak jadi menteri, ya kembali jadi dosen, tidak usah risau,” ucap Nasir ketika dijumpai di Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Sebelum dipercaya menjadi Menristekdikti, dia tidak pernah menyangka akan menduduki jabatan tersebut. Menurut dia, jabatan itu merupakan suatu amanah. Maka dari itu, dia berusaha menjalankan amanah itu sebaik-baiknya.

“Saya dulu tidak pernah ingin jadi menteri. Dipanggil jadi menteri, ya dijalani. Kalau tidak jadi menteri, ya kembali lagi jadi dosen, tugasnya mengajar. Jadi tidak ada yang aneh buat saya, biasa saja,” imbuh Nasir.

Sebelumnya, dia pun mengatakan telah membuat rencana strategis untuk pejabat yang akan menjadi Menristekdikti periode tahun 2020 sampai 2024.

Baca juga: Menristekdikti: Mereka yang Miskin Jangan Takut Tidak Bisa Kuliah...

Perencanaan itu sudah diajukan ke Presiden Joko Widodo, tetapi masih harus dibahas lebih lanjut untuk nantinya diputuskan dan dilaksanakan oleh Menristekdikti yang menjabat berikutnya.

"Siapa pun yang menggantikan saya sudah dibuatkan rencana. Ada dua prioritas," tambahnya.

Prioritas pertama yaitu menambah jumlah perguruan tinggi Indonesia yang bisa masuk kelas dunia. Salah satunya dengan memperbanyak jumlah riset dan memperbaiki kualitasnya.

Disebutkan sampai saat ini baru ada lebih kurang 34.000 penelitian. Diharapkan pada tahun 2024 jumlahnya meningkat mencapai 50.000-60.000 riset.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

61 Jurusan Soshum UPI Berikut Daya Tampung di SBMPTN 2020 dan Peminat 2019

61 Jurusan Soshum UPI Berikut Daya Tampung di SBMPTN 2020 dan Peminat 2019

Edukasi
Daya Tampung SBMPTN 2020 UPI, Ini 29 Jurusan Saintek Berikut Peminat di 2019

Daya Tampung SBMPTN 2020 UPI, Ini 29 Jurusan Saintek Berikut Peminat di 2019

Edukasi
Tingkatkan Keselamatan, Sekolah Bisa Kerja Sama dengan Organisasi Pencinta Alam dan Instruktur Profesional

Tingkatkan Keselamatan, Sekolah Bisa Kerja Sama dengan Organisasi Pencinta Alam dan Instruktur Profesional

Edukasi
Indonesia Punya 718 Bahasa Ibu, Jangan Sampai Punah!

Indonesia Punya 718 Bahasa Ibu, Jangan Sampai Punah!

Edukasi
Siswa SMPN 1 Turi Hanyut, Sekolah Mesti Punya Pengetahuan Manajemen Perjalanan dan Risiko

Siswa SMPN 1 Turi Hanyut, Sekolah Mesti Punya Pengetahuan Manajemen Perjalanan dan Risiko

Edukasi
Penyesuaian Model Kompetensi Guru Sesuai Perkembangan Zaman Perlu Dilakukan

Penyesuaian Model Kompetensi Guru Sesuai Perkembangan Zaman Perlu Dilakukan

Edukasi
Festival Sains dan Budaya 2020, Menggebrak Stigma Peringkat Bawah PISA Siswa Indonesia

Festival Sains dan Budaya 2020, Menggebrak Stigma Peringkat Bawah PISA Siswa Indonesia

Edukasi
Menjadi Manusia Waskita: Mari Kita Bicara tentang Kehilangan (Bagian II)

Menjadi Manusia Waskita: Mari Kita Bicara tentang Kehilangan (Bagian II)

Edukasi
Menjadi Manusia Waskita (Bagian I)

Menjadi Manusia Waskita (Bagian I)

Edukasi
Mendikbud Nadiem Segera Lakukan Investigasi Lapangan Musibah Susur Sungai SMPN 1 Turi

Mendikbud Nadiem Segera Lakukan Investigasi Lapangan Musibah Susur Sungai SMPN 1 Turi

Edukasi
Kwarnas: Musibah di SMPN 1 Turi Itu Kegiatan Sekolah atau Pramuka?

Kwarnas: Musibah di SMPN 1 Turi Itu Kegiatan Sekolah atau Pramuka?

Edukasi
Musibah Susur Sungai, Mendikbud Nadiem Ingatkan Sekolah Utamakan Keselamatan Siswa

Musibah Susur Sungai, Mendikbud Nadiem Ingatkan Sekolah Utamakan Keselamatan Siswa

Edukasi
Mendikbud Nadiem Sampaikan Bela Sungkawa atas Musibah Susur Sungai SMP Sleman

Mendikbud Nadiem Sampaikan Bela Sungkawa atas Musibah Susur Sungai SMP Sleman

Edukasi
Kejadian di SMPN 1 Turi, Kwarnas Gerakan Pramuka Sampaikan Ini...

Kejadian di SMPN 1 Turi, Kwarnas Gerakan Pramuka Sampaikan Ini...

Edukasi
Orangtua, Ini 5 Cara Kenali Minat dan Bakat Anak sejak Dini

Orangtua, Ini 5 Cara Kenali Minat dan Bakat Anak sejak Dini

Edukasi
Close Ads X