Binus Malang Perkuat Wirausaha Digital di Kawasan Timur Indonesia

Kompas.com - 23/10/2019, 20:53 WIB
Stephen Wahyudi Santoso, Presiden Pendidikan Tinggi Binus University, saat meresmikan kampus Binus Malang, Rabu (23/10/2019). KOMPAS.COM/M LATIEFStephen Wahyudi Santoso, Presiden Pendidikan Tinggi Binus University, saat meresmikan kampus Binus Malang, Rabu (23/10/2019).
Penulis M Latief
|
Editor M Latief

MALANG, KOMPAS.com - Peresmian kampus Binus Malang, Rabu (23/10/2019), sekaligus dijadikan ajang bagi Binus University untuk memproklamirkan Binus Malang sebagai Digital Technopreneur Center yang akan menyatukan ekosistem untuk mendorong pertumbuhan Digital, Technology dan Entrepreneurship di Jawa Timur dan Indonesia bagian timur.

Rektor Binus Malang, Dr Boto Simatupang, mengatakan bahwa tantangan terbesar perguruan tinggi saat ini adalah perkembangan dunia pendidikan yang cepat dan terus mengalami perubahan, terlebih di era disrupsi inovasi dan industri 4.0.

"Bukan lagi cuma tanggung jawab utama pemerintah untuk mempersiapkan SDM dalam menghadapi disrupsi, institusi pendidikan pun harus bisa cepat beradaptasi memberikan peran dalam membangun ekosistem yang bersinergi di era sekarang. Apa-apa sudah digital, maka pendidikan tinggi sudah harus serius masuk ke arah itu," ucap Boto.

Hal terpenting bagi Binus Malang saat ini adalah literasi digital dan mempersiapkan sumber daya manusia unggul dalam hal kewirausahaan yang berbasis teknologi digital. Untuk itulah, kampus di Malang ini menyiapkan konsep digital technopreneur.

"Konsep itu diperkuat dengan program 2+1+1 yang memberi kesempatan mahasiswa untuk kuliah selama 2 tahun di kampus asal, lalu satu tahun kuliah di Binus Jakarta atau Binus Bandung, kemudian satu tahun lagi mengambil salah satu program enrichment dari 5 jalur yang disediakan," papar Boto.

Dia mengatakan, program ini akan membentuk mahasiswa untuk memiliki softskill dan hardskill berimbang untuk siap menghadapi persaingan global.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah 7 Provinsi Jawa Timur, Prof Suprapto, yang hadir pada peresmian kampus itu mengatakan bahwa Binus Malang merupakan kampus yang lahir belakangan di antara 64 kampus swasta lainnya di Malang. Tapi, meskipun masih "bayi",  Binus Malang dinilainya lebih cepat dewasa.

"Antisipasi Binus untuk industri 4.0 lebih cepat dibanding yang lain. Saya berharap ini bisa memotivasi yang lain, sebab kalau perguruan tinggi tak bisa menjawab kebutuhan itu, melawan arus disrupsi itu, maka mahasiswanya tidak akan maju. Mereka akan tertinggal," kata Suprapto.

Stephen Wahyudi Santoso, Presiden Pendidikan Tinggi Binus University, yang ikut memberikan sambutan di acara itu mengemukakan bahwa perkembangan dan rencana Binus ke depan adalah ekspansi untuk membina dan memberdayakan masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Saat ini Binus memiliki lebih dari 36.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia dan lebih dari 130.000 alumni yang tersebar di seluruh dunia. Sebagai institusi pendidikan yang mendidik generasi muda, lanjut Stephen, Binus harus bisa menjamin dan menjaga kualitas pendidikan di seluruh kampusnya.

"Unifikasi Binus adalah kesatuan. Walaupun kampusnya banyak, bahkan sudah ada di luar daerah, tapi standarisasi akademik dan operasional akan kami berlakukan sama," tambah Stephen.

Saat ini Binus memiliki lebih dari 36.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia dan lebih dari 130.000 alumni tersebar di banyak negara.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Skor PISA 2018, Ari Widowati: 'Alarm Keras' untuk Segera Lakukan Perubahan

Skor PISA 2018, Ari Widowati: "Alarm Keras" untuk Segera Lakukan Perubahan

Edukasi
10 Tanggapan 'Mas Menteri' Soal 'Rapor Merah' Skor PISA Indonesia

10 Tanggapan "Mas Menteri" Soal "Rapor Merah" Skor PISA Indonesia

Edukasi
Skor PISA Melorot, Disparitas dan Mutu Guru Penyebab Utama

Skor PISA Melorot, Disparitas dan Mutu Guru Penyebab Utama

Edukasi
Soal Skor PISA 2018, Mendikbud Nadiem: Tidak Perlu Dikemas agar Jadi Berita Positif

Soal Skor PISA 2018, Mendikbud Nadiem: Tidak Perlu Dikemas agar Jadi Berita Positif

Edukasi
Skor PISA 2018: Peringkat Lengkap Sains Siswa di 78 Negara, Ini Posisi Indonesia

Skor PISA 2018: Peringkat Lengkap Sains Siswa di 78 Negara, Ini Posisi Indonesia

Edukasi
Skor PISA 2018: Daftar Peringkat Kemampuan Matematika, Berapa Rapor Indonesia?

Skor PISA 2018: Daftar Peringkat Kemampuan Matematika, Berapa Rapor Indonesia?

Edukasi
Daftar Lengkap Skor PISA 2018: Kemampuan Baca, Berapa Skor Indonesia?

Daftar Lengkap Skor PISA 2018: Kemampuan Baca, Berapa Skor Indonesia?

Edukasi
Data Scientist Indonesia Masih Langka, Ini Kemampuan yang Wajib Dimiliki

Data Scientist Indonesia Masih Langka, Ini Kemampuan yang Wajib Dimiliki

Edukasi
Universitas dan Industri Perlu Berkolaborasi Aktif Siapkan SDM

Universitas dan Industri Perlu Berkolaborasi Aktif Siapkan SDM

Edukasi
ITB Juara 'Huawei ‘ICT Competition 2019-2020' Tingkat Nasional

ITB Juara "Huawei ‘ICT Competition 2019-2020" Tingkat Nasional

Edukasi
Mengawal Mutu Pendidikan Tanpa Mengorbankan Kemerdekaan Belajar

Mengawal Mutu Pendidikan Tanpa Mengorbankan Kemerdekaan Belajar

Edukasi
Eksistensi Platform Indonesiana, Saat Ini dan Masa Mendatang

Eksistensi Platform Indonesiana, Saat Ini dan Masa Mendatang

Edukasi
Suka K-Pop? Jurusan Sastra Korea Mungkin Cocok buat Kamu, Ini Penjelasannya

Suka K-Pop? Jurusan Sastra Korea Mungkin Cocok buat Kamu, Ini Penjelasannya

Edukasi
Hari Disabilitas, Atma Jaya: Mendorong Indonesia Ramah Disabilitas

Hari Disabilitas, Atma Jaya: Mendorong Indonesia Ramah Disabilitas

Edukasi
Soal Wacana Tiga Hari Sekolah, Bukik Setiawan: Hari Sekolah Bukan Esensi

Soal Wacana Tiga Hari Sekolah, Bukik Setiawan: Hari Sekolah Bukan Esensi

Edukasi
Close Ads X