Siswa Indonesia Raih Juara Umum Karate Internasional di Luksemburg

Kompas.com - 24/10/2019, 21:29 WIB
Enam pelajar Indonesia yang menorehkan prestasi gemilang untuk cabang olahraga karate di The Coupe Internationale De Kayl 2019 di Luksemburg pada 15 sampai 21 Oktober 2019. Dok. KemendikbudEnam pelajar Indonesia yang menorehkan prestasi gemilang untuk cabang olahraga karate di The Coupe Internationale De Kayl 2019 di Luksemburg pada 15 sampai 21 Oktober 2019.


KOMPAS.com - Lima pelajar alumni Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2019 menorehkan prestasi gemilang cabang olahraga karate di "The Coupe Internationale De Kayl 2019" di Luksemburg pada 15-21 Oktober 2019.

Mereka berhasil meraih tujuh medali terdiri dari enam emas dan satu perak yang menjadikan Indonesia peringkat pertama pada ajang internasional tersebut.

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Poppy Dewi Puspitawati mengatakan keberhasilan peserta didik tingkat SMP ini bisa memotivasi peserta didik lainnya.

Raih juara umum

“Kami senang sekali karena ini adalah salah satu wadah anak-anak. Ternyata kalau anak-anak diberi kesempatan, diberi pelatihan, diberi apresiasi, mereka bisa menunjukkan bakatnya. Bahkan kalau dilihat dari tim, dengan raihan enam medali emas, Indonesia menjadi juara umum,” ujar Poppy saat menyambut kedatangan tim karate Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (22/10) malam.

Dia menambahkan, tidak ada tim dari negara lain yang raihannya melebihi tim Indonesia. Hal ini juga untuk memotivasi anak-anak, orang tua, guru, dan pelatih, ternyata kita di kancah internasional cukup mengagumkan dan tidak usah diragukan lagi.

Baca juga: Siswa SMK di Bantul Ciptakan Inovasi Alat Deteksi Dini Longsor

Untuk mengapresiasi prestasi tersebut, Kemendikbud memberikan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 12.500.000 kepada peraih medali emas dan Rp 10 juta kepada peraih medali perak. Kemendikbud juga memberikan komputer tablet kepada setiap siswa yang ikut berlomba di tingkat internasional.

“Sejalan dengan kebijakan Mendikbud, yaitu digitalisasi sekolah, kami berikan tablet kepada semua anak yang ikut berlomba di luar negeri. Peserta IMO (International Mathematic Olympiade) yang telah menjadi juara umum matematika, kami kasih tablet yang berisikan aplikasi Rumah Belajar, jadi mereka turut menyosialisasikan juga,” ungkap Poppy.

"The Couple Internationale De Kayl 2019" merupakan kejuaraan karate tingkat internasional antar-pelajar yang diikuti oleh 721 atlet dari 15 negara. Pada 2019, Kemendikbud mengirimkan enam atlet yang terdiri dari tiga orang putra dan tiga orang putri untuk kategori Kata dan Kumite.

Para peraih medali

Dari keenam pelajar tersebut, lima di antaranya meraih medali emas, yaitu:

1. Salma Aulia, pelajar SMPN 30 Jakarta, untuk kategori Kata Female U14 dan kategori Kumite Female U14 + 50 kg.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X