Menuju "Masyarakat 5.0", UT Dorong Kolaborasi "Triple Helix" Berbasis Teknologi

Kompas.com - 27/10/2019, 23:14 WIB
Dekan FE-UT Ali Muktiyanto bersama Dwi Heriyanto (VP. Human Capital Strategic Management Telkom) disela-sela acara  International Seminar on Business, Economics, Social Science and Technology (ISBEST) 2nd dan Competition of Public Sector Innovation Award (COPSI) 1st 2019 di UTCC (23/10/2019). DOK. KOMPAS.com/YOHANES ENGGARDekan FE-UT Ali Muktiyanto bersama Dwi Heriyanto (VP. Human Capital Strategic Management Telkom) disela-sela acara International Seminar on Business, Economics, Social Science and Technology (ISBEST) 2nd dan Competition of Public Sector Innovation Award (COPSI) 1st 2019 di UTCC (23/10/2019).

KOMPAS.com - Teknologi bersamaan dengan era Revolusi Industri 4.0 telah mengubah kondisi ekonomi dan sosial masyarakat menuju Society 5.0 berbasis robotik dan kecerdasan buatan. 

Society 5.0 digambarkan sebagai sebuah kondisi sosial di mana manusia dalam menyeimbangkan kemajuan ekonomi dan memecahkan masalah sosial mulai melakukan integrasi antara ruang maya (online) dan ruang fisik (offline).

Guna berpartisipasi memperkuat arah Indonesia menuju Society 5.0, Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka (FE-UT) menggelar "International Seminar on Business, Economics, Social Science and Technology (ISBEST) 2nd" dan "Competition of Public Sector Innovation Award (COPSI) 1st 2019" .

Hasil kerja sama FE-UT dan Asosiasi Pengajar Akuntansi Sektor Publik (APSAE) serta Rumah Publikasi Indonesia (RPI) tahun ini mengangkat tema “Indonesian Society in 5.0: Innovation Challenges and Opportunities” dan diselenggarakan di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan (23-24 Oktober 2019).

Seminar internasional yang menghadirkan lebih dari 100 pemakalah ini bertujuan memfasilitasi para akademisi, praktisi, peneliti, dan mahasiswa dalam menggali informasi dan penelitian terkait Society 5.0.

Menuju " Masyarakat 5.0"

"Ini merupakan kegiatan tahunan FE-UT. Tema ini diangkat karena pertama sesuai dengan kompetensi FE-UT terkait ekonomi, bisnis, akunting dan manajemen. Kedua, hal ini sudah menjadi tuntutan sekarang kita tidak lagi bicara proses bisnis secara tradisional dan sudah masuk proses bisnis digital," jelas Ali Muktiyanto, Dekan FE-UT.

Baca juga: Pendidikan Tinggi Kembali ke Kemendikbud, Ini Tanggapan Akademisi

Ali Muktiyanto menambahkan, "Hal ini adalah keniscayaan yang tidak bisa ditolak. Kalau tidak mengantisipasi, kita akan ketinggalan, kita akan kalah. Kami berharap dari hasil seminar ini kita bisa memberikan masukan kepada pihak-pihak terkait."

Hal senada disampaikan Dwi Heriyanto, VP Human Capital Strategic Management Telkom yang hadir sebagai salah satu pembicara utama.

"Kita menuju ke sana (society 5.0), secara konektifitas kita sedang mempersiapkan infrastruktur ke arah sana sebagai tugas Telkom. Kalau kita lihat Jepang sudah menggunakan robotic dan AI," ujar Dwi.

Dwi menambahkan, " Pemerintah melalui aksesbilitas infrastruktur sudah menyiapkan hal itu sehingga dimungkinkan beragam kolaborasi. Termasuk kolaborasi dengan dunia pendidikan."

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X