Tantangan Digitalisasi Sekolah di Papua, Perhatikan Dua Faktor Ini

Kompas.com - 29/10/2019, 20:59 WIB
Program digitalisasi sekolah di Provinsi Papua. Dok. KemendikbudProgram digitalisasi sekolah di Provinsi Papua.

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) berusaha terus melakukan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Bersamaan dengan perkembangan teknologi, Kemendikbud mengembangkan program digitalisasi sekolah di Provinsi Papua yang dimulai di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Hal itu ditandai melalui kunjungan kerja Mendikbud Muhadjir Effendy ke sana pada pertengahan Oktober 2019 untuk memberikan bantuan berupa komputer tablet serta peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) agar para guru dan siswa lebih mudah mengakses berbagai sumber belajar digital.

Sehubungan dengan itu, ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam program digitalisasi sekolah. Pertama, yaitu pola pembelajarannya karena ini menyangkut cara belajar yang telah biasa dilakukan selama ini dan harus diubah dengan cara baru sesuai perkembangan zaman.

Pembaruan pola belajar siswa

“Yang belum teradaptasi adalah pola pembelajarannya harus diatur lebih baik lagi supaya mereka (siswa di Papua) melihat digitalisasi sekolah sebagai sumber bahan pembelajaran alternatif yang bukan hanya dari guru dan buku, tapi sekarang lebih luas, bisa dari berbagai sumber,” ucap Staf Ahli Bidang Hubungan Pusat-Daerah Kemendikbud James Modouw saat ditemui Kompas.com, Senin (28/10/2019) di Jakarta.

Baca juga: Menguatkan Digitalisasi Sekolah di Natuna, Daerah Terluar Indonesia

Menurut dia, cara belajar anak-anak sekolah di Papua harus diperbarui lagi supaya semakin canggih dan kemampuan mereka lebih inovatif, kreatif, dan kritis.

Dengan begitu, diharapkan anak-anak itu bisa terus berkembang sebagai generasi yang memiliki kemampuan mencukupi untuk mengantisipasi era revolusi industri 4.0.

Faktor kedua yaitu menyangkut masalah teknis. Seperti diketahui, jaringan infrastruktur komunikasi di wilayah Papua belum sebagus di Pulau Jawa. Maka dari itu, harus dilakukan pengembangan di berbagai daerah di sana.

“Untuk daerah pinggiran dan terpencil, infrastruktur perlu dikembangkan lagi. Mungkin point to point transmitter yang harus dipasang, itu bisa membantu sekolah-sekolah yang terbelakang,” imbuh James.

Penempatan server offline

Cara lain yang bisa diterapkan, lanjutnya, yaitu dengan menempatkan server offline di daerah itu. Namun, peralatan itu harus rajin diperiksa dan dipelihara oleh petugas. Tentunya akan cukup sulit karena antara lain menyangkut faktor geografis.

“Petugasnya harus rajin datang untuk update dan maintenance, itu kerja yang cukup rumit kalau pakai sistem offline. Kalau di pinggiran konsep caranya dengan point to point transmitter, tapi di daerah terpencil enggak bisa. Hanya ada dua cara, pakai Vsat yang mahal atau pakai server offline. Itu yang bisa dilakukan ke depan,” jelasnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perkuat Wawasan Konstitusi, Untar Tuan Rumah Kompetisi Peradilan Semu

Perkuat Wawasan Konstitusi, Untar Tuan Rumah Kompetisi Peradilan Semu

Edukasi
Lulusan SMK hingga S1, Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kemendikbud 2019

Lulusan SMK hingga S1, Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kemendikbud 2019

Edukasi
CPNS 2019 Kemendikbud Cari Lulusan SMK hingga S1, Ini Jurusan Dibutuhkan

CPNS 2019 Kemendikbud Cari Lulusan SMK hingga S1, Ini Jurusan Dibutuhkan

Edukasi
Kemendikbud Buka Formasi CPNS 2019, Ini Unit Kerja serta Syarat yang Dibutuhkan

Kemendikbud Buka Formasi CPNS 2019, Ini Unit Kerja serta Syarat yang Dibutuhkan

Edukasi
Tidak Hanya Pintar, Ini 15 Universitas Terbaik dalam Pengabdian Masyarakat

Tidak Hanya Pintar, Ini 15 Universitas Terbaik dalam Pengabdian Masyarakat

Edukasi
Cerita Afni dan Perjalanannya Meraih Cita-Cita

Cerita Afni dan Perjalanannya Meraih Cita-Cita

BrandzView
Perkuat Kompetensi Guru Kreatif, Yayasan Pendidikan Astra Gelar Seminar STEM

Perkuat Kompetensi Guru Kreatif, Yayasan Pendidikan Astra Gelar Seminar STEM

Edukasi
Mengenal Prof Bambang Hero Saharjo, Penerima Penghargaan Internasional John Maddox

Mengenal Prof Bambang Hero Saharjo, Penerima Penghargaan Internasional John Maddox

Edukasi
Ini Dia Para Jawara 'IdeaNation 2019', dari Kampus Mana Saja?

Ini Dia Para Jawara "IdeaNation 2019", dari Kampus Mana Saja?

Edukasi
Sering Kehilangan Semangat Belajar? Coba Lakukan Hal Ini!

Sering Kehilangan Semangat Belajar? Coba Lakukan Hal Ini!

BrandzView
Kisah Ayah Inspiratif, dari Buruh Tani hingga Antar Anak Tiap Hari

Kisah Ayah Inspiratif, dari Buruh Tani hingga Antar Anak Tiap Hari

Edukasi
Upaya Menyandingkan 'Habibie Award' Jadi Sekelas 'Nobel'

Upaya Menyandingkan "Habibie Award" Jadi Sekelas "Nobel"

Edukasi
Wahai Mahasiswa yang Hobi Rebahan, Ini 7 Pekerjaan Sampingan Cocok Buat Kamu

Wahai Mahasiswa yang Hobi Rebahan, Ini 7 Pekerjaan Sampingan Cocok Buat Kamu

Edukasi
Berjasa Bidang Pengetahuan, Ini 5 Penerima 'Habibie Award 2019'

Berjasa Bidang Pengetahuan, Ini 5 Penerima "Habibie Award 2019"

Edukasi
Prof. Bambang Hero Saharjo Raih Penghargaan Internasional 'John Maddox Prize 2019'

Prof. Bambang Hero Saharjo Raih Penghargaan Internasional "John Maddox Prize 2019"

Edukasi
Close Ads X