"Fresh Graduate", Ini 5 Cara Mengirim "E-mail" Lamaran Kerja yang Dilirik HRD

Kompas.com - 05/11/2019, 21:16 WIB
Ilustrasi email. SHUTTERSTOCKIlustrasi email.

KOMPAS.com - Setelah lulus kuliah, hal selanjutnya yang menjadi tantangan adalah mendapatkan pekerjaan. Era digital saat ini, hampir semua perusahaan saat ini melakukan proses seleksi lowongan kerja melalui surat elektronik atau e-mail.

Para lulusan harus memperhatikan beberapa hal saat mengirimkan e-mail lamaran kerja agar bisa dilirik HRD.

Meski terkesan sepele, tetapi surat lamaran kerja yang dikirimkan via e-mail bisa menjadi salah satu penilaian awal. Bukan tak mungkin, kamu akan dilirik HRD melalui e-mail yang menarik, santun, dan profesional.

Dikutip dari Rencanamu.id, ada beberapa tips nih buat kamu. Simak ya!

1. Tinggalkan alamat e-mail "alay"

Nah, buat kamu yang masih menggunakan alamat e-mail seperti akucayangkamucelalu212@umail.com, siap-siap untuk dilewatkan pihak HRD. Alamat e-mail tersebut terkesan kurang profesional.

Kini saatnya kamu tampil lebih dewasa dan profesional. Kamu cukup membuat e-mail yang mudah dibaca, seperti dengan kombinasi nama lengkap dan angka. Contoh e-mail yang mudah dibaca dan terkesan profesional, seperti aditiaputra@omail.com.

2. Subyek e-mail sesuai permintaan

Saat mengumumkan lowongan pekerjaan, perusahaan sering kali memberikan subyek e-mail yang mesti diisi sesuai dengan posisi ditawarkan.

Baca juga: Fresh Graduate 8 Juta per Bulan? Perusahaan Ini Berikan Ratusan Juta

Subyek e-mail yang mesti ditulis misalnya "Reporter Edukasi". Pastikan kamu mengisi di kolom subyek e-mail sesuai dengan perusahaan butuhkan.

3. Awali salam dan sapa dengan jabatan yang sesuai

 Di badan e-mail, pastikan kamu mengawali perkenalan dengan salam sapa kepada pihak dituju.

Kamu harus kenali siapa yang kamu akan sapa dengan cara meriset hal-hal kecil, seperti nama lengkap dan jabatan.

4. Perkenalkan dirimu dengan baik

Perkenalan dirimu tak mesti berlebihan. Tulislah profil singkatmu, tetapi dengan tetap menonjolkan kelebihan dirimu.

5. Gunakan bahasa formal

Kamu sedang dalam posisi ingin melamar suatu pekerjaan. Pastikan kamu menggunakan bahasa formal.

Hindari penggunaan bahasa sehari-hari yang cenderung santai. Penggunaan bahasa yang formal akan menunjukkan keseriusanmu saat melamar kerja dan kemampuanmu menulis sesuai konteks.

Selamat mempraktikkan. Semoga berhasil dalam memperoleh pekerjaan....



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X