"Criquet Cracker", Kue Lezat Tinggi Protein dari Tepung Jangkrik Inovasi Mahasiswi IPB

Kompas.com - 06/11/2019, 07:30 WIB
Mahasiswi IPB, Natassa Kusumawardany dari Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian berhasil menyulap tepung jangkrik menjadi kue lezat  kaya protein. Inovasi karya Natassa itu diberi nama Criquet Food. DOK. IPBMahasiswi IPB, Natassa Kusumawardany dari Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian berhasil menyulap tepung jangkrik menjadi kue lezat kaya protein. Inovasi karya Natassa itu diberi nama Criquet Food.

KOMPAS.com - Pada zaman "kekinian", inovasi menjadi kata kunci untuk mampu unggul di antara persaingan yang kian ketat, termasuk dalam dunia kuliner. Terobosan unik datang dari mahasiswi Institut Pertanian Bogor ( IPB), Natassa Kusumawardany, yang membuat kue tinggi protein dari tepung serangga, yaitu jangkrik.

Ya, memang tidak salah. Tepung jangkrik. Natassa, mahasiswa IPB University dari Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, berhasil menyulap tepung jangkrik menjadi kue lezat  kaya protein. Inovasi karya Natassa itu diberi nama Criquet Food.

Seiring tingginya pertumbuhan penduduk dunia, diperlukan alternatif sumber protein yang cocok memenuhi kebutuhan protein setiap hari. Terdapat banyak alternatif sumber protein yang dapat dikonsumsi manusia, di antaranya serangga.

Alternatif pangan tinggi protein

Serangga dikenal sebagai hewan kaya protein dan berpotensi menjadi alternatif sumber protein hewani. Sejauh ini serangga yang telah dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani adalah belalang.

Namun, siapa sangka, ternyata serangga lain seperti jangkrik juga berpotensi sebagai sumber protein hewani. Contohnya adalah Criquet Food yang dibuat dengan bahan dasar tepung jangkrik.

Baca juga: Siswa SMK di Bantul Ciptakan Inovasi Alat Deteksi Dini Longsor

Keunggulan Criquet Food ini, lanjut Natassa, adalah makanan tinggi protein, kaya antioksidan, mengandung asam amino, asam lemak, omega 3 dan 6, serta berkalori rendah dan tanpa bahan pengawet.

“Dengan kandungan tersebut, criequet crackers dan criequet cakes dapat dikonsumsi oleh semua golongan umur. Tidak hanya bagi pencinta kue, tapi bisa anak-anak, remaja, orangtua, bahkan olahragawan juga bisa mengonsumsi kue ini,” jelas Natassa seperti dikutip dari laman resmi IPB.

“Produknya ada dua, crackers dan cakes. Untuk Criquet crackers punya empat varian rasa, yaitu original, garlic, cheddar cheese, dan sweet chocolate,” ujar Natassa. 

Sedangkan untuk produk cakes, ia menambahkan, ada enam varian rasa criquet cakes, yaitu original, chocolate, strawbery, green tea, anggur, dan melon.

Raih beragam penghargaan

Sampai saat ini, inovasi kue dari tepung jangkrik itu telah mendapat berbagai penghargaan, di antaranya:

  • Hibah Wirausaha Muda Pemula Kemenpora 2018
  • Hibah program Mahasiswa Wirausaha 2018
  • Juara 1 Business Model Canvas Peternakan Nasional 2018
  • Juara 3 lomba Ide Bisnis Non Program Kreativitas Mahasiswa (Non PKM) 2019
  • Dua tahun berturut-turut mendapat penghargaan Fakultas Pertanian Agripreneur IPB

Natassa mengaku, peminat Criquet Food ini ternyata tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga dari Lampung, Medan, Aceh, Kalimantan, dan tempat lainnya.

“Saya berharap Criquet Food ini dapat menjadi alternatif makanan yang tinggi protein yang bisa dinikmati semua kalangan. Dengan Criquet Food ini, kami juga mencoba mengenalkan kepada masyarakat bahwa ternyata serangga seperti jangkrik dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan yang lezat untuk dikonsumsi,” harap Natassa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perkuat Wawasan Konstitusi, Untar Tuan Rumah Kompetisi Peradilan Semu

Perkuat Wawasan Konstitusi, Untar Tuan Rumah Kompetisi Peradilan Semu

Edukasi
Lulusan SMK hingga S1, Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kemendikbud 2019

Lulusan SMK hingga S1, Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kemendikbud 2019

Edukasi
CPNS 2019 Kemendikbud Cari Lulusan SMK hingga S1, Ini Jurusan Dibutuhkan

CPNS 2019 Kemendikbud Cari Lulusan SMK hingga S1, Ini Jurusan Dibutuhkan

Edukasi
Kemendikbud Buka Formasi CPNS 2019, Ini Unit Kerja serta Syarat yang Dibutuhkan

Kemendikbud Buka Formasi CPNS 2019, Ini Unit Kerja serta Syarat yang Dibutuhkan

Edukasi
Tidak Hanya Pintar, Ini 15 Universitas Terbaik dalam Pengabdian Masyarakat

Tidak Hanya Pintar, Ini 15 Universitas Terbaik dalam Pengabdian Masyarakat

Edukasi
Cerita Afni dan Perjalanannya Meraih Cita-Cita

Cerita Afni dan Perjalanannya Meraih Cita-Cita

BrandzView
Perkuat Kompetensi Guru Kreatif, Yayasan Pendidikan Astra Gelar Seminar STEM

Perkuat Kompetensi Guru Kreatif, Yayasan Pendidikan Astra Gelar Seminar STEM

Edukasi
Mengenal Prof Bambang Hero Saharjo, Penerima Penghargaan Internasional John Maddox

Mengenal Prof Bambang Hero Saharjo, Penerima Penghargaan Internasional John Maddox

Edukasi
Ini Dia Para Jawara 'IdeaNation 2019', dari Kampus Mana Saja?

Ini Dia Para Jawara "IdeaNation 2019", dari Kampus Mana Saja?

Edukasi
Sering Kehilangan Semangat Belajar? Coba Lakukan Hal Ini!

Sering Kehilangan Semangat Belajar? Coba Lakukan Hal Ini!

BrandzView
Kisah Ayah Inspiratif, dari Buruh Tani hingga Antar Anak Tiap Hari

Kisah Ayah Inspiratif, dari Buruh Tani hingga Antar Anak Tiap Hari

Edukasi
Upaya Menyandingkan 'Habibie Award' Jadi Sekelas 'Nobel'

Upaya Menyandingkan "Habibie Award" Jadi Sekelas "Nobel"

Edukasi
Wahai Mahasiswa yang Hobi Rebahan, Ini 7 Pekerjaan Sampingan Cocok Buat Kamu

Wahai Mahasiswa yang Hobi Rebahan, Ini 7 Pekerjaan Sampingan Cocok Buat Kamu

Edukasi
Berjasa Bidang Pengetahuan, Ini 5 Penerima 'Habibie Award 2019'

Berjasa Bidang Pengetahuan, Ini 5 Penerima "Habibie Award 2019"

Edukasi
Prof. Bambang Hero Saharjo Raih Penghargaan Internasional 'John Maddox Prize 2019'

Prof. Bambang Hero Saharjo Raih Penghargaan Internasional "John Maddox Prize 2019"

Edukasi
Close Ads X