KOMPAS.com - Pemerataan akses pendidikan tinggi masih menjadi salah satu tantangan besar dalam pembangunan SDM berkualitas seperti yang digadang-gadang pemerintah Presiden Joko Widodo di periode ke-2 pemerintahannya.
Mendukung hal tersebut, Universitas Budi Luhur (UBL) memberikan 2.000 beasiswa untuk tahun akademik 2020/2021. Beasiswa ini terbuka bagi seluruh putera-puteri dari seluruh wilayah Indonesia tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras dan golongan.
"Program 2.000 beasiswa ini merupakan wujud dukungan Universitas Budi Luhur kepada Pemerintah dalam mewujudkan program 'Indonesia Maju, SDM Unggul'," jelas Wendi Usino, Rektor UBL dalam sosialisi program beasiswa kepada media di Kampus UBL, Jakarta (5/11/2019).
Rektor UBL ini menambahkan para mahasiswa penerima beasiswa nantinya diharapkan dapat kembali ke provinsi masing-masing untuk membangun daerah, terutama dalam membangun karakter bangsa dengan keluhuran budi.
Baca juga: Jawab Kebutuhan Millenial, Universitas Budi Luhur Terapkan Metode Belajar “Blended Learning”
“Tujuan dari beasiswa ini agar tongkat estafet untuk membangun budi luhur lewat karakter yang kuat dan cerdas berbudi luhur akan menyebar hingga Indonesia akan banyak melahirkan manusia unggul sehingga mampu membangun bangsa lebih unggul,” tambah Wendi.
Hal senada juga ditegaskan Kasih Hanggoro, Ketua Harian Pelaksana Harian Yayasan Pendidikan Luhur Cakti. "Indonesia sudah banyak orang pintar, namun tidak banyak yang cerdas dan berbudi luhur," tegas Hanggoro.
Menurutnya, soal karakter budi luhur ini menjadi pokok soal ragam permasalahan bangsa mulai dari korupsi hingga radikalisme. "Jika orang memiliki keluhuran budi, ia tidak akan korupsi. Ia tidak akan membenci orang lain, yang ada hanya kasih," jelasnya.
Melalui 2.000 beasiswa inilah ia berharap nilai keluhuran budi dapat menyebar melalui para mahasiswa penerima beasiswa yang berasal dari seluruh nusantara.
Program beasiswa ini diberikan dengan cakupan mulai pembebasan biaya investasi pendidikan (BIP) hingga potongan biaya berdasarkan hasil tes.
Rektor UBL juga menjelaskan para calon mahasiswa mengikuti seleksi tes beasiswa dengan datang langsung ke kampus UBL atau melakukan secara daring. Gelombang pertama tes beasiswa telah dilakukan pada 2 November 2019 lalu dan gelombang berikut akan dilakukan pada 7 Desember 2019.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.