4 Tips Sukses Mahasiswa Jadi Wirausahawan dari Rektor Universitas Pancasila

Kompas.com - 08/11/2019, 17:35 WIB
Ilustrasi Entrepreneur SHUTTERSTOCKIlustrasi Entrepreneur

KOMPAS.com - Era yang berkembang pesat dengan ditandai Revolusi Industri 4.0 kini menuntut kemampuan sumber daya manusia terampil. Jiwa entrepreneurship dapat menjadi salah satu kunci sukses untuk bisa unggul di ketatnya persaingan.

Kemampuan entepreneurship di tingkat mahasiswa perlu terus dikembangkan dengan berbagai cara. Rektor Universitas Pancasila, Wahono Suharyono mengatakan saat ini jumlah pelaku entrepreneur masih kurang.

"Indonesia masih kurang, baru 1,5 persen dari total populasi," kata Wahono kepada Kompas.com, saat ditemui di acara Mandiri Goes To Campus di Universitas Pancasila, Jakarta beberapa waktu lalu (6/11/2019).

Ia berpesan kepada para mahasiswa untuk memiliki kunci sukses dalam mengembangkan kemampuan entrepreneurship. Wahono merumuskan ke dalam poin-poin VAIK (Visioner, Adaptif, Inovatif, Kontributif) ditambah fintech.

Berikut ulasan kunci sukses menjadi entrepreneur untuk mahasiswa seperti dirangkum Kompas.com dari Rektor UP:

1. Visioner

Mahasiswa diminta bisa membaca masa depan dengan keterbatasan yang dimiliki. Mahasiswa mesti memiliki mimpi yang ingin dicapai dengan mendayagunakan sumber daya yang ada seperti sumber daya manusia, sarana prasarana, dan dana.

Baca juga: FIKSI 2019 dan Upaya Melahirkan Entrepreneur Muda Andal Era Digital

"Mahasiswa harusnya diajarkan melihat bahwa Indonesia itu kaya biodiversity, natural diversity. Itu adalah modal awal tapi itu bisa dikapitalisasi manakala dia punya prinsip pemikiran bisnis," ujar Wahono.

2. Adaptif

Dengan perkembangan zaman yang semakin cepat, mahasiswa dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Menurut Wahono, penyesuain ilmu pengetahuan bisa dilakukan dengan banyak membaca, belajar melalui media apapun, dan mencoba hal-hal baru.

Selain itu, mahasiswa juga meski perkembangan bisnis dan ekonomi. Perkembangan internet juga menjadi hal wajib yang diikuti.

3. Inovatif

Mahasiswa juga seharusnya selalu mencari terobosan-terobosan baru untuk memecahkan masalah. Cara berpikir di luar kebiasaan (out of the box) juga perlu dilakukan.

4. Kontributif

Wahono menyebutkan seseorang akan lebih bermanfaat bila ia berkontribusi ke masyarakat di sekitarnya. Seorang entrepreneurship akan lebih sukses bila ia tak hanya menerima, melainkan bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat.

Terakhir, Wahono menyebutkan mahasiswa bisa memanfaatkan financial technology (fintech).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X