Kenapa Mahasiswa S-3 di Belanda Tak Dianggap Siswa, tapi Karyawan?

Kompas.com - 11/11/2019, 15:51 WIB
Nuffic Neso Indonesia dan AcademicTransfer bekerjasama menyelenggarakan PhD Recruitment 2019 di Erasmus Huis, Sabtu (16/11/2019) pekan ini. KOMPAS.COM/M LATIEFNuffic Neso Indonesia dan AcademicTransfer bekerjasama menyelenggarakan PhD Recruitment 2019 di Erasmus Huis, Sabtu (16/11/2019) pekan ini.
Penulis M Latief
|
Editor M Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun ini PhD Recruitment 2019 merupakan acara kedua kali yang digelar oleh Nuffic Neso Indonesia. Kenapa diadakan di Indonesia? Karena, di Indonesia banyak peluang untuk mendapatkan beasiswa S-3 atau PhD, misalnya dari LPDP, MORA, atau Dikti.

Nuffic Neso Indonesia dan AcademicTransfer bekerjasama menyelenggarakan PhD Recruitment 2019 di Erasmus Huis, Sabtu (16/11/2019) pekan ini.

Acara rekrutmen tersebut memang digelar eksklusif untuk mahasiswa pascasarjana dan institusi Belanda, profesor dan perekrut.

Apakah Anda lulusan pascasarjana Indonesia yang mau kuliah S-3 atau gelar PhD di Belanda? Tentu, ini kesempatan Anda untuk berbicara langsung dengan para penyelia PhD Belanda yang memungkinkan Anda mendapat banyak ide penelitian.

"Banyak juga yang sudah mendapatkan beasiswa, tapi sulit mendapatkan profesor pembimbing atau universitas, makanya kami mengadakan acara ini untuk memfasilitasi networking researcher," ujar Koordinator Promosi Pendidikan Nuffic Neso Indonesia, Inty Dienasari, Jumat (8/11/2019).

Inty menambahkan, bekerja dalam penelitian dan akademisi Belanda sangat menarik. Penelitian dan akademisi Belanda memiliki standar sangat tinggi. Selain itu, semua universitas riset di Belanda punya peringkat tinggi dalam standar internasional dan berbagai subyek penelitian sedang dipraktikkan.

Secara khusus, kandidat PhD diperlakukan secara berbeda dibandingkan dengan negara lain. Mereka tidak dianggap sebagai siswa, tetapi karyawan.KOMPAS.COM/M LATIEF Secara khusus, kandidat PhD diperlakukan secara berbeda dibandingkan dengan negara lain. Mereka tidak dianggap sebagai siswa, tetapi karyawan.
Dalam beberapa disiplin ilmu, lanskap ilmiah Belanda bahkan terdepan di dunia, seperti sektor makanan, manajemen air, desain dan teknik (industri).

"Secara khusus, kandidat PhD diperlakukan secara berbeda dibandingkan dengan negara lain. Mereka tidak dianggap sebagai siswa, tetapi karyawan. Status itulah yang akan memberi mereka peran lain yang lebih terlihat dan bertanggung jawab dalam departemen universitas mereka," tutur Inty.

Inty menambahkan, PhD Recruitment 2019 adalah gelaran kedua kali yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia. Pada rekrutmen tahun lalu ada pengunjung berangkat melakukan penelitian PhD di Belanda dengan skema beasiswa MORA.

"Bahkan, ada yang akhirnya ditawari pekerjaan (PhD) oleh profesor yang mewawancarainya. Ini memang tantangan baru untuk mereka yang mau ambil PhD di Belanda. Mereka sedang cari peluang karir di luar Indonesia sebagai negara asalnya sehingga banyak informasi yang mereka butuhkan ketika memikirkan karier dalam penelitiannya di Belanda," tambah Inty.

Bagaimana, Anda tertarik?

Anda yang berminat silakan mendaftar dulu dan memasukkan CV Anda untuk diseleksi oleh para profesor yang berpartisipasi di PhD Recruitment 2019. Atau, Anda mau cari sendiri lowongan PhD di Belanda? Silakan cek website universitas atau di job boards www.academictransfer.nl.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X