Menjadikan Bidang Kesehatan Indonesia "Tuan Rumah" di Negeri Sendiri

Kompas.com - 12/11/2019, 17:34 WIB
Menristek Bambang Brodjonegoro usai menyampaikan Orasi Ilmiah Sidang Universitas Airlangga (Unair) bersama Rektor Unair Prof. Mohammad Nasih melakukan peluncuruan produk riset unggulan Uniar stem cell dan cangkang kapsul rumput laut rangka Dies Natalis ke-65, di Surabaya (11/11/2019). DOK. KOMPAS.comMenristek Bambang Brodjonegoro usai menyampaikan Orasi Ilmiah Sidang Universitas Airlangga (Unair) bersama Rektor Unair Prof. Mohammad Nasih melakukan peluncuruan produk riset unggulan Uniar stem cell dan cangkang kapsul rumput laut rangka Dies Natalis ke-65, di Surabaya (11/11/2019).

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadikan kesehatan menjadi bidang prioritas riset dan inovasi karena manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.

Belum menjadi "tuan rumah" di negeri sendiri adalah "PR besar" pengembangan riset kesehatan, obat-obatan dan juga alat kesehatan di Indonesia saat ini.

"Biodiversity yang cukup besar belum kita manfaatkan misalnya untuk bahan baku obat. Kita masih mengimpor sekitar 90 persen bahan baku obat untuk memenuhi perbaikan pelayanan kesehatan masyarakat," ungkap Menristek Bambang Brodjonegoro dalam Orasi Ilmiah Sidang Universitas Airlangga ( Unair) dalam rangka Dies Natalis ke-65, di Surabaya (11/11/2019).

Oleh karena itu, dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, Menteri Bambang mendorong lembaga riset dan perguruan tinggi Indonesia, salah satunya Universitas Airlangga untuk memperkuat riset dan inovasi di bidang kesehatan sehingga dapat dihasilkan produk obat-obatan dan alat kesehatan unggulan dalam negeri.

Baca juga: Menristek Bambang: Hasil Inovasi Universitas Membawa Dampak bagi Masyarakat

Dalam kesempatan sama, didampingi Rektor Unair Prof. Mohammad Nasih, Menristek Bambang Brodjonegoro meluncurkan produk inovasi unggulan Unair yakni stem cell dan cangkang rumput laut.

Stem cell dan cangkang kapsul

"Salah satu keunggulan riset inovasi dari Airlangga adalah di bidang kesehatan dan obat. Itu tentunya berdampak lamgsung pada kebutuhan masyarakat. Yang dilakukan Universitas Airlangga cukup revolusioner sehingga kita harapkan sistem pengobatan stem cell dapat tersedia di indonesia dengan biaya lebih terjangkau dibandingkan kalau pasien indonesia harus ke luar negeri," ujar Menristek.

Ia melanjutkan, "Kita harapkan pengembangan stem cell ini terus berlanjut sehingga semakin banyak jenis penyakit yang dapat disembuhkan."

Terkait pengembangan riset cangkang kapsul dari rumput laut, Menristek Bambang mengharapkan inovasi ini dapat menggantikan cangkang kapsul berbahan dasar hewani yang terjadang dipertanyakan kehalalannya.

"Ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat Indonesia untuk menggunakan cangkang kapsul rumput laut dengan biaya yang relatif tidak teralu berat," ujarnya.

Untuk itu, Menrsitek memandang perlu melakukan perubahan paradigma pembangunan ke depan dengan SDM unggul, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk merubah paradigma pembangunan ekonomi dari Resource Based Economy ke Innovation Based Economy.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X