Menristek Bambang: Hasil Inovasi Universitas Membawa Dampak bagi Masyarakat

Kompas.com - 11/11/2019, 22:50 WIB
Menristek Bambang Brodjonegoro saat mengunjungi teaching industry pembuatan kapsul cangkang rumput lain di lingkungan Universitas Airlangga, Surabaya (10/11/2019). DOK. KOMPAS.comMenristek Bambang Brodjonegoro saat mengunjungi teaching industry pembuatan kapsul cangkang rumput lain di lingkungan Universitas Airlangga, Surabaya (10/11/2019).

KOMPAS.com - Beberapa perguruan tinggi telah mampu menghasilkan inovasi dan hasil riset yang telah membawa manfaat besar dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Menristek dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro saat secara langsung menyaksikan hasil penelitian produk unggulan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS), Balai Teknologi Hidrodinamik milik BPPT, dan Universitas Airlangga ( Unair).

Pada kunjungan kerja di Surabaya (10/11/2019), Menteri Bambang mengunjungi pusat penelitian dan juga teaching industry dan melihat secara langsung berbagai karya inovasi pengembangan riset anak bangsa.

"Hal ini membuka mata bahwa banyak inovasi maupun hasil riset dari putera puteri bangsa yang sudah punya manfaat luar biasa bagi masyarakat," ujar Menristek Bambang menegaskan.

Riset inovasi ITS dan Unair

Pada kesempatan tersebut Menristek Bambang mengunjungi Pusat Unggulan Iptek Kreatif Industri - Hasil Riset ITS dan Pusat Unggulan Iptek Sistem Kontrol Otomotif - Teaching Industri Gesits di mana karya inovasi mobil listrik nasional (Molina) dan sepeda motor listrik Gesits dibuat langsung peneliti dan mahasiswa ITS.

Baca juga: Menristek Ajak Generasi Muda jadi Pahlawan Kekinian lewat Riset dan Inovasi

Dua jenis kendaraan itu dianggap memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan sebagai alat transportasi. Selain kendaraan yang diciptakan itu ramah lingkungan sehingga sejalan dengan misi Indonesia untuk menekan emisi gas rumah kaca, harga kendaraan tersebut diperkirakan juga lebih terjangkau oleh masyarakat.

Selain itu, Bambang Brodjonegoro juga berkesempatan melihat langsung hasil riset dan inovasi di bidang kesehatan yakni stem cell dan kapsul cangkang dari rumput laut yang dikembangkan peneliti dari Unair.

Dengan adanya produksi stem cell di dalam negeri diharapkan masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar Indonesia. Selain harganya pun jauh lebih murah jika dibandingkan di negara lain, kapsul cangkang juga merupakan jawaban untuk kehalalan suatu produk medis.

Perkuat poros maritim dunia

Menristek saat menyambangi fasilitas uji Balai Teknologi Hidrodinamika BPPT yang melaksanakan pelayanan jasa pengujian bidang hidrodinamika untuk kapal dan bangunan apung di Surabaya (10/11/2019).DOK. KOMPAS.com Menristek saat menyambangi fasilitas uji Balai Teknologi Hidrodinamika BPPT yang melaksanakan pelayanan jasa pengujian bidang hidrodinamika untuk kapal dan bangunan apung di Surabaya (10/11/2019).

"Inovasi kendaraan listrik dari ITS bisa menjadi unggulan karena menyediakan transportasi yang terjangkau dan bebas emisi. Sedangkan Unair, stem cell bisa memangkas biaya secara signifikan dibandingkan kalau kita melakukan treatment stem cell di luar negeri. Perbedaan nya sangat jauh," jelas Menristek.

Ia menambahkan, "Juga untuk cangkang kapsul rumput laut ini yang sudah pasti halal. Juga dengan harga relatif sama yang dibuat negara lain yang masih basisnya hewani."

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X