Jokowi Minta Swasta dan BUMN Terlibat Pembenahan Pendidikan Vokasi

Kompas.com - 13/11/2019, 10:47 WIB
Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan mewisuda sebanyak 363 orang mahasiswa terdiri dari 37 orang lulusan Diploma IV dan 326 orang lulusan Diploma III pada Kamis, 18 Juli 2019. DOK. HUMAS KEMENPARPoliteknik Pariwisata (Poltekpar) Medan mewisuda sebanyak 363 orang mahasiswa terdiri dari 37 orang lulusan Diploma IV dan 326 orang lulusan Diploma III pada Kamis, 18 Juli 2019.

KOMPAS.com- Presiden  Jokowi meminta pembenahan sumber daya manusia khususnya bidang vokasi melibatkan pihak swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hal itu ia instruksikan dalam rapat terbatas terkait "Program Cipta Lapangan Kerja" yang salah satunya adalah melakukan reformasi besar-besaran dalam penyiapan SDM.

"Ini akan menjadi kunci negara kita bisa melompat atau tidak bisa melompat," kata Jokowi Dalam Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Negara Jakarta, Senin (11/11/2019) seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com.

Jokowi mengatakan bahwa pembenahan pendidikan vokasi SMK dan politeknik harus bisa tereksekusi dengan baik di lapangan yang dalam penerapannya juga bisa melibatkan pihak swasta.

SDM unggul pariwisata

"Pelatihan vokasi juga tidak hanya dilakukan oleh BLK (Balai Latihan Kerja), tapi swasta juga dilibatkan, melibatkan BUMN serta lembaga kursus lainnya," kata Joko Widodo.

Baca juga: Serikat Guru Dukung Nadiem Makarim Benahi Kurikulum SMK

Dalam upaya menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata yang andal, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Subandio mengatakan akan memaksimalkan keberadaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yakni Politeknik Pariwisata dan Sekolah Tinggi Pariwisata yang berada di bawah naungan Kemenparekraf.

Penerapannya UPT tersebut menerapkan kurikulum berstandar global, yakni mengacu pada Tedqual UNWTO atau kurikulum yang tersertifikasi Badan Pariwisata Dunia (UNWTO).

"Selain itu juga dalam kurikulum di setiap UPT dilakukan berbagai program lain seperti kursus kewirausahaan pariwisata yang bekerja sama dengan industri serta membuka kelas internasional," kata Wishnutama dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

SDM unggul ekonomi kreatif

Kemenparekraf juga akan meningkatkan peran industri dan lembaga lain dalam meningkatkan SDM Pariwisata yang tersertifikasi. Hingga akhir tahun 2019, Kemenparekraf menargetkan ada 500.000 SDM pariwisata yang tersertifikasi.

"Kami juga akan terus memperkuat pelatihan-pelatihan sebagai bentuk kemitraan usaha masyarakat seperti untuk bidang pemandu wisata, kuliner, dan homestay. Tenaga kerja yang digunakan akan dikembangkan dari daerah atau asal destinasi tersebut," kata Wishnutama.

Kemenparekraf juga akan menekankan terhadap proses kreatif serta teknologi yang nantinya akan memberikan nilai tambah bagi SDM pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X