Kompas.com - 18/11/2019, 16:17 WIB
Sejumlah murid perempuan PAUD TK Permata membawakan tarian cindai. KOMPAS.COM/Alia DevianiSejumlah murid perempuan PAUD TK Permata membawakan tarian cindai.

KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan masyarakat perlu mengetahui pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) dalam mendidik anak.

Menurut Mendikbud Nadiem, PAUD bukan tempat penitipan anak, melainkan tempat anak untuk bermain dan belajar.

"Makanya sering kali PAUD-PAUD itu mengira institusinya hanya titipan anak. Padahal, PAUD itu yang penting adalah bagaimana kita belajar dari bermain," ujar Nadiem sesuai acara Apresiasi Bunda PAUD 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Menurutnya, konsep belajar dan bermain di PAUD adalah cara membentuk anak-anak untuk berkolaborasi, menemukan kreativitas, cinta sekolah, dan belajar.

Bukan cepat-cepat calistung

Nadiem menegaskan mendidik anak di PAUD bukan sekadar kemampuan cepat membaca, menulis, dan berhitung (calistung)

"Bukan itu yang terpenting. Yang penting kesenangan itu murid berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas sekolah, bermain bersama murid, dan dia mengetahui bagaimana harus bersikap dengan anak-anak lain, dengan orang-orang dewasa. Itu yang terpenting," kata Nadiem.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Jangan Paksa Anak Usia Dini Belajar Calistung, Ini Akibatnya...

Menurutnya, anak-anak akan mulai belajar pelajaran yang bersifat kognitif dan akademis di tingkat sekolah dasar.

Jika karakter anak-anak seperti perilaku, adaptasi dengan lingkungan teman-teman di kelas, berinteraksi dengan orang tua belum dididik sejak usia dini, anak-anak akan sulit belajar di tingkat sekolah dasar.

"Jadi  kalau kita sudah benarkan karakter itu pada saat usia dini, belajar di sekolah itu jadi mudah. Ini koneksi yang mungkin harus kita segera sebarkan," kata Nadiem.

Pembekalan karakter, pengetahuan, dan keterampilan

Sebelumnya, Nadiem juga mengatakan anak-anak mesti dibekali kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi untuk menghadapi era yang dinamis. Kemampuan berpikir kritis dan analytical thinking pada anak perlu ditumbuhkan.

"Oleh karena itu, kita harus membekali anak-anak kita dengan kemampuan beradaptasi yang mumpuni. Kita memberikan karakter, pengetahuan, dan keterampilan yang paling dibutuhkan di era sekarang dan masa depan," kata Nadiem.

Menurut Nadiem, kualitas pendidikan karakter sebagian besar telah tertanam di masyarakat Indonesia. Semangat gotong royong dan tolerasi mesti dipupuk sebagai bekal pendidikan karakter.

"Sebagian kita mesti kita tumbuhkan seperti berpikir kritis dan analytical thinking. Bekal itu kita harus berikan sejak dini karena intervensi di usia dini akan membuat perbedaan jangka panjang yang bersifat permanen," katanya.

Nadiem menyebut PAUD dan Bunda PAUD berperan penting. Guru-guru dan Bunda PAUD memiliki tugas mulia untuk membekali pendidikan untuk anak-anak sejak dini.

"Generasi penerus bangsa Indonesia dengan segenap kemampuan dasar diperlukan untuk menghadapi dunia yang amat dinamis ini," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X