Soal Pro Kontra Calistung di PAUD, Ini 5 Tanggapan Mendikbud Nadiem

Kompas.com - 19/11/2019, 07:00 WIB
Anak-anak sekolah Paud saat membaca buku di bemo perpustakaan saat jam istirahat di Rusun Karet Tengsin, Jakarta, Jumat (7/12/2018). Pak Sutino (58) adalah sopir bemo yang merintis bemo tuanya menjadi perpustakaan keliling bagi anak-anak sejak tahun 2013. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGAnak-anak sekolah Paud saat membaca buku di bemo perpustakaan saat jam istirahat di Rusun Karet Tengsin, Jakarta, Jumat (7/12/2018). Pak Sutino (58) adalah sopir bemo yang merintis bemo tuanya menjadi perpustakaan keliling bagi anak-anak sejak tahun 2013.

KOMPAS.com - Perlunya baca, tulis, dan hitung (calistung) diajarkan di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai saat ini masih banyak jadi perdebatan. Ada sejumlah orangtua meminta guru-guru tingkat PAUD untuk mengajarkan calistung.

Alasannya, ada jenjang sekolah dasar yang meminta persyaratan anak sudah mampu calistung untuk dapat masuk. Kondisi tersebut tak sesuai dengan harapan para pejabat pemerintah, guru-guru PAUD, dan juga pemerhati pendidikan.

Ada orangtua ingin menyiapkan kemampuan calistung untuk anak-anak sebagai bekal masuk SD. Tak jarang, kemampuan calistung pada anak-anak di usia PAUD menjadi salah satu kebanggaan orangtua.

Namu  di sisi lain ada pendapat bila anak-anak belajar calistung di usia dini, justru akan berpengaruh negatif pada perkembangan belajar anak ke depan. Anak-anak bisa kehilangan minat belajar bila sejak dini sudah dipaksa belajar calistung.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim pun angkat bicara soal perdebatan soal perlu tidaknya penghapusan calistung di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Ia menjelaskan PAUD seharusnya menjadi tempat bermain dan belajar untuk anak-anak.

Berikut tanggapan Nadiem Makariem seputar pro kontra penghapusan calistung.

1. Tak semua harus dibuat peraturan

Nadiem menyebutkan pelarangan calistung untuk anak-anak usia dini tak selalu harus dibuatkan peraturan. Ia mengatakan calistung bukan tentang apa yang harus dihapuskan dan apa yang tak dihapuskan.

Baca juga: Mendikbud Nadiem Tegaskan PAUD Bukan Tempat Penitipan Anak, melainkan...

"Filsafatnya dulu didalami," kata Nadiem seusai acara Apresiasi Bunda PAUD 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Senin (18/11/2019).

2. Tak masalah murid PAUD belajar calistung

Menurut Nadiem, murid-murid tak masalah untuk belajar calistung dengan catatan sudah siap. Pada kenyataanya, lanjutnya, calistung memang menjadi fokus di berbagai unit PAUD.

"Ya karena ingin mengejar masuk SD kelas 1," kata Nadiem.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X