Agenda: Pelatihan Guru Mendorong Siswa SLB Berkolaborasi Dunia Non-Disabilitas

Kompas.com - 23/11/2019, 14:46 WIB
Pelatihan Inklusi Yayasan Helping Hands DOK. YAYASAN HELPING HANDSPelatihan Inklusi Yayasan Helping Hands

KOMPAS.com - Dalam rangka hari Disabilitas Internasional 2019, pada hari Senin, 2 Desember 2019 Yayasan Helping Hands (YHH) akan menggelar pelatihan guru SLBA A dan B.  Pelatihan ini bertujuan mendorong pelibatan siswa secara proaktif dalam kegiatan dunia non- disabilitas.

Dalam pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2019. Mendikbud Nadiem mengatakan “Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdelaan belajar di Indonesia."

Nadiem mengajak para guru mulai melakukan perubahan-perubahan dan berkreasi di dalam kelas. Keterampilan abad 21 menitikberatkan kepada soft-skills yang dirumuskan dalam 4C, yaitu Critical Thinking (Berpikir Kritis), Creativity (Kreativitas), Collaboration (Kolaborasi) dan Communication (Komunikasi).

Pelatihan soft skill disabilitas

Keterampilan ini berlaku bagi semua individu, karena perkembangan dunia dan teknologi terjadi di banyak aspek kehidupan. Dan ABK juga harus dibekali dengan keterampilan-keterampilan ini agar mampu meraih hidup mandiri dan terintegrasi dengan dunia non-disabilitas.

Baca juga: Kisah Inspiratif, Sriyono Guru PAUD Penyandang Disabilitas dari Blora

Program-program Yayasan Helping Hands memfokuskan pada pelatihan inklusif pengembangan soft skills, di mana siswa/i SLB melebur terintegrasi penuh dengan individu-individu non-disabilitas.

Semua program pelatihan YHH bermetode eksperiensial, edukatif, partisipatif dan inklusif, yang dirancang agar setiap individu, difabel ataupun non-difabel akan mendapatkan manfaat.

Tiga pilar program YHH adalah pendidikan di alam, pendidikan olah raga dan pengalaman professional. Peserta melatih kepemimpinan, keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang yang berbeda darinya, berlatih untuk menerima individu yang berbeda dan jarang ditemui di dunianya serta berlatih berkolaborasi dalam tim.

Pelatihan kolaborasi

Pelatihan Helping HandsDOK. YAYASAN HELPING HANDS Pelatihan Helping Hands

Siswa difabel dilatih untuk mengembangkan kepercayaan diri dan keberanian di dalam lingkungan yang beragam. Bagi individu non-difabel, pelatihan ini menjadi simulasi untuk meningkatkan awareness dan pemahaman yang lebih tentang isu disabilitas.

Dengan kedua dunia ini melebur dan merasakan dampak, diharapkan terbangun jembatan dan toleransi.

Dalam pelatihan untuk pendidik “Mendorong Siswa SLB Berkolaborasi dengan Dunia Non-Disabilitas” Yayasan Helping Hands mengajak dan ingin membantu para pendidik khususnya di SLB untuk berpikir dan mendidik siswa-siswinya dengan out of the box. 

Artinya keluar dari paradigma konvensional dalam proses belajar mengajar, agar anak-anak siap terjun di dalam masyarakat. Siswa-siswi SLB diajak untuk keluar dari zona nyaman mereka di lingkup disabilitas, berkembang bersama-sama dengan masyarakat.

Pelatihan akan diadaan di RUKI (Ruang Komunal Facebook) pada Senin, 2 Desember 2019 pukul 13.30 – 15.30 WIB. Program ini terbuka bagi kepala sekolah atau guru SLBA A dan B.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X