Nadiem: Guru Harus Tahu Prinsip Pendidikan untuk Disabilitas

Kompas.com - 25/11/2019, 20:16 WIB
Siswa disabiltas mendapat pendampingan guru di salah satu SD Lombok Tengah. DOK. INOVASISiswa disabiltas mendapat pendampingan guru di salah satu SD Lombok Tengah.

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim meminta seluruh guru untuk memahami prinsip-prinsip dasar pendidikan kebutuhan khusus. Menurutnya, pendidikan khusus menjadi salah satu isu penting yang perlu diperhatikan.

"Menurut saya secara pribadi, hampir semua guru harus mengetahui prinsip-prinsip dasar pendidikan yang untuk kebutuhan khusus," ujar Nadiem seusai Upacara Hari Guru Nasional 2019 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (25/11/2019).

Menurutnya, guru-guru di sekolah manapun akan bisa menangangi murid berkebutuhan khusus bila guru-guru mengetahui prinsip-prinsip dasar pendidikan kebutuhan khusus.

"Ini yang harus jadi bagian kurikulum. Di semua kurikulum guru, keluar (prinsip pendidikan khusus," ujar Nadiem.

Baca juga: Hari Guru Nasional, 4 Inspirasi Penguatan Literasi Dasar di Kelas

Nadiem berbicara tentang pendidikan khusus dalam kaitan keberadaan guru penggerak di sekolah-sekolah. Menurutnya, keberadaan guru penggerak juga perlu hadir di sekolah luar biasa (SLB).

Guru Penggerak

Nadeim mengatakan dua point penting dalam pendidikan di Indonesia adalah merdeka belajar dan guru penggerak.

Ia mengatakan dampak dari reformasi pendidikan dari kurikulum, kebijakan, maupun anggaran yang dilakukan pemerintah akan berdampak sangat kecil dibandingkan gerakan guru penggerak. Guru penggerak menurutnya bisa dijadikan gerakan di masing-masing sekolah.

“Guru penggerak ini beda dari yang lain dan saya yakin di semua unit pendidikan, baik di sekolah maupun di universitas ada paling tidak minimal satu guru penggerak,” ujarnya. Nadiem menyebutkan guru penggerak berbeda dengan guru-guru lainnya.

Guru penggerak baginya adalah guru yang mengutamakan murid-murid lebih dari apapun bahkan dari karir guru itu sendiri. Keutamaan itu juga berlaku untuk murid dan pembelajaran murid.

“Dan karena itu dia akan mengambil tindakan tindakan tanpa disuruh tanpa diperintahkan untuk melakukan yang terbaik bagi muridnya,” tambah Nadiem.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X