Skor PISA Terbaru Indonesia, Ini 5 PR Besar Pendidikan pada Era Nadiem Makarim

Kompas.com - 04/12/2019, 13:00 WIB
Trend kemampuan baca, matematika dan sains siswa Indonesia berdasarkan hasil skor PISA dari tahun 2000-2018. DOK. EOCDTrend kemampuan baca, matematika dan sains siswa Indonesia berdasarkan hasil skor PISA dari tahun 2000-2018.

Untuk kemampuan baca, skor Indonesia di awal mengikuti tes PISA 371 dan mengalami peningkatan 382 (tahun 2003), 393 (tahun 2006), dan 402 (tahun 2009), kemudian terus mengalami penurunan 396 (tahun 2012), 397 (tahun 2015), dan titik terendah 371 (tahun 2018).

Demikian pula dengan capaian kemampuan matematika yang jika tidak berhati-hati akan mengalami penurunan. Tahun 2003, capaian skor PISA matematika di angka 360, naik menjadi skor 371, serta 375 tahun 2009 dan 2012. Setelah puncak tahun 2015 di tahun dengan skor 386, skor PISA matematika Indonesia kembali turun di angka 379.

Tren naik turun terjadi dalam capaian kemampuan sains PISA siswa Indonesia yang sempat berada di angka 393 (tahun 2006), turun di angka 383 (tahun 2009) dan 382 (tahun 2012), kemudian naik lagi tahun 2015 dengan skor 403. Sayangnya, skor kemampuan sains kita kembali mengalami penurunan di laporan terakhir PISA tahun 2018 di angka 396.

4. Persentase capaian masih rendah 

Dalam paparan berikutnya, Totok Suprayitno (Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud) menjelaskan, hasil PISA 2018 menjadi alarm dini untuk melakukan perubahan paradigma pendidikan di Indonesia.

Berdasarkan hasil tes PISA untuk Indonesia, Totok memaparkan masih belum meratanya kemampuan baca, matematika, dan sains. 

Hanya 30 persen siswa Indonesia yang memenuhi kompetensi kemampuan baca minimal. Demikian pula dengan komprtensi matematika, di mana masih 71 persen berada di bawah kompetensi minimal. Sedangkan untuk sains, sebanyak 40 persen siswa Indonesia masih berada di bawah kemampuan minimal yang diharapkan.

5. Lagi, soal pemerataan mutu 

Totok menambahkan, berdasarkan hasil PISA, diperoleh gambaran masih ditemukannya tingginya disparitas (jarak) mutu dan hasil pendidikan tiap daerah.

Hasil PISA 2018 menunjukkan, capaian siswa di Jakarta dan Yogyakarta berada di mendekati nilai rata-rata OECD dan dapat disejajarkan dengan Malaysia dan Brunei untuk seluruh bahan uji PISA literasi baca, matematika, dan sains.

DKI dan Yogyakarta meraih skor 410 dan 411 untuk baca, 416 dan 422 untuk matematika, serta 424 dan 434 untuk sains. Dengan total hasil seluruh wilayah Indonesia yang rendah, hal ini menunjukkan masih tingginya gap/jarak mutu pendidikan antarwilayah di Indonesia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X