Pohon Natal Persatuan Thamrin Libatkan 1.000 Siswa SD Tarakanita

Kompas.com - 24/12/2019, 13:59 WIB
Siswa dan siswi SD Tarakanita saat menghias botol dengan kain perca. DOK SD TarakanitaSiswa dan siswi SD Tarakanita saat menghias botol dengan kain perca.

KOMPAS.com - Pohon Natal raksasa yang dipasang sejak Sabtu (21/12/2019) di Thamrin 10, Food & Creative Park di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat mampu menarik perhatian pengunjung.

Selain tingginya mencapai 10 meter dengan diameter 6 meter, pohon natal yang disebut sebagai "Pohon Natal Persatuan" ini dibuat dari botol air mineral bekas.

Tak asal dibuat, tetapi botol-botol yang jadi bahan baku pohon natal itu sebelumnya dihiasi kain perca warna-warni hingga berbentuk ondel-ondel.

Barulah ribuan ondel-ondel itu disusun menjadi pohon natal. Kira-kira botol yang dibutuhkan adalah 8.000 botol ondel-ondel.

Ide daur ulang KAJ

Ternyata, ide membuat Pohon Natal Persatuan dengan bahan daur ulang tersebut berasal dari Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) yang berdiskusi dengan Yayasan Tarakanita.

Baca juga: Ada Pohon Natal Persatuan di Thamrin 10

"Konsepnya seperti apa, kami sendiri yang harus membuat. Jadi, seminggunan yang lalu kami sibuk mempersiapkan pohon natal ini," ujar P. Ruliyati Puji Lestari, Kepala Tarakanita Learning Center Yayasan Tarakanita saat dihubungi Kompas.com, Selasa (24/12/2019).

Menurut Ruli, ada makna tersendiri dari Pohon Natal Persatuan ini. Sekolah Tarakanita membuat pohon natal daur ulang botol bekas berbentuk ondel-ondel menjadi perwujudan dari nilai-nilai Karakter Tarakanita.

Nilai persaudaraan

Nilai karakter hendak ditampilkan melalui karya ini antara lain nilai community (Persaudaraan Sejati). Untuk itu pohon natal ini mengangkat tema "Pohon Natal Persatuan" dan menjadi perwujudan nilai KPKC (Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan).

Dengan bahan pohon natal dari limbah botol plastik dan kain perca, pihaknya ingin mengajak seluruh umat untuk peduli lingkungan serta bijak mengurangi sampah plastik.

Disamping itu juga dapat memperlama usia sampah plastik dengan melakukan daur ulang untuk menjaga keutuhan ciptaan yaitu bumi ini.

Jakarta yang disebut sebagai "Indonesia Mini" ini banyak agama, suku dan budaya. Karena itu pihaknya ingin coba menunjukkan bahwa meski ada perbedaan tetapi semua bisa hidup rukun.

Baca juga: Lihat, Ada Pohon Natal Unik di Kota Bandung

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.