Bukan Horor, Ada Semerbak Wangi Mawar di Pelajaran IPA MTS 3 Wonogiri

Kompas.com - 31/12/2019, 15:17 WIB
Parmanto, guru IPA MTsN 3 Wonogiri, Jawa Tengah, berhasil mengajak siswanya mengenal beragam proses distilasi atau proses pemisahan, dalam praktik pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa lewat pembelajaran praksis dalam kehidupan sehari-hari. DOK. TANOTO FOUNDATIONParmanto, guru IPA MTsN 3 Wonogiri, Jawa Tengah, berhasil mengajak siswanya mengenal beragam proses distilasi atau proses pemisahan, dalam praktik pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa lewat pembelajaran praksis dalam kehidupan sehari-hari.

KOMPAS.com - Menghafal soal ditilasi, evaporasi, minyak atsiri atau residu dalam pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) bisa jadi hal yang "horor" atau menyeramkan bagi banyak siswa. Cenderung membosankan malah.

Namun Parmanto, guru IPA MTsN 3 Wonogiri, Jawa Tengah, berhasil mengajak siswanya mengenal beragam proses distilasi atau proses pemisahan, dalam praktik pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa lewat pembelajaran praksis dalam kehidupan sehari-hari.

Parmanto yang telah mengikuti pelatihan Program Pintar Tanoto Foundation berhasil mendorong siswa MTs Negeri 3 Wonogiri dalam memisahkan bau wangi bunga mawar melalui proses distilasi.

Mereka berhasi memisahkan minyak atsiri yang terkandung di bunga mawar.

Gunakan alat sederhana

“Pemisahan distilasi pada prinsipnya adalah metode pemisahan yang didasarkan karena adanya perbedaan titik didih antara komponen-komponen yang akan dipisahkan. Ketika zat mendidih maka akan mengalami penguapan atau evaporasi,” terangnya.

Baca juga: Belajar Nyata IPS, Siswa SDN Purwojati Telaah Masalah Kemiskinan di Desa

Dia kemudian memberikan tantangan pada siswa untuk melakukan eksperimen pemisahan minyak atsiri pada bunga mawar menggunakan prinsip ditilasi. “Saya merancang eksperimen ini dengan menggunakan alat dan bahan sederhana yang mudah diperoleh,” katanya.

Adapun alat dan bahan yang digunakan antara lain: pemanas bunsen, kaki tiga, kasa asbes, korek api, 2 buah botol bening bekas minuman 140 ml yang tahan panas, gunting, 1 buah botol mineral 1500 ml, selang bening berdiameter 0,5 cm, lem pipa/selang, solder, es batu, spirtus, air murni, plastisin, dan bunga mawar 1 tangkai.

Siswa dibagi menjadi enam kelompok. Setiap kelompok sudah menyiapkan alat dan bahannya. Mereka merangkai alat dan bahan sesuai panduan lembar kerja (LK).

Tahapan pembelajaran

Pertama, siswa membuat lubang pada tutup botol kaca sebesar selang dengan diameter 0,5 cm. Lalu selang tersebut dimasukkan ke dalam botol tersebut dan di sela-sela lubang dengan selang diberi plastisin agar rapat. Kemudian air dan setangkai bunga mawar dimasukkan ke dalam botol kaca lalu ditutup.

Kemudian botol air minum kemasan 600 ml pada bagian mulut dan pangkalnya diberi lubang sebesar selang dengan diameter 0,5 cm, lalu selang dimasukkan ke dalam botol tersebut hingga kira-kira setengah dari selang tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X