Orangtua, Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Anak Masuk PAUD

Kompas.com - 12/01/2020, 14:29 WIB
Ilustrasi anak bermain shutterstockIlustrasi anak bermain


KOMPAS.com - Ketika anak memasuki usia tiga tahun, biasanya banyak orangtua mulai mengenalkan anak dengan konsep belajar di sekolah melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Namun, ketika usia itu apakah anak sudah siap untuk sekolah?

Orangtua harus memahami terlebih dahulu faktor penentu siap tidaknya anak untuk sekolah.

Menurut dr Andyda Meliala, pemerhati pendidikan anak usia dini dan pendiri Resourceful Parenting Indonesia, ketiga faktor itu ialah:

  • Fisik
  • Mental
  • Kecerdasan

Baca juga: 3 Faktor Penentu Siap atau Tidaknya Anak Masuk PAUD

"Secara fisik bisa dilihat dari usia, misalnya anak berusia 5 tahun biasanya sudah siap masuk ke TK. Lalu secara sosial, dia siap untuk bergaul, dan dari sisi kecerdasan dia siap untuk menerima perintah,” jelas dr di Jakarta beberapa waktu lalu.

Bagi orangtua, jika anak dipaksakan untuk sekolah maka anak bisa mengalami trauma yang dapat menyebabkan otak kanan tertutup. Anak nanti tidak bisa menerima pelajaran.

Daripada dipaksakan sekolah, lebih baik disesuaikan dengan kesiapan anak itu sendiri.

5 hal yang perlu diketahui orangtua sebelum mendaftarkan anak masuk PAUD:

1. Setiap anak punya karakter berbeda

Ada anak yang membutuhkan waktu lebih lama beradaptasi. Maka orangtua bisa mencari sekolah yang sesuai, misalnya jam belajarnya tidak terlalu panjang. Jika anak sudah nyaman, maka jam belajar bisa ditambah

2. PAUD sebagai pondasi belajar secara formal

PAUD adalah tahap pembelajaran yang sebaiknya tak dilewatkan. Pendidikan ini didesain sebagai institusi transisi yang mempersiapkan anak ke jenjang berikutnya.

Fondasi yang akan dibangun pada saat PAUD adalah pendidikan (learning to learn), kesehatan (membangun pola makan sehat seimbang), dan kesejahteraan.

3. Siapkan mental anak untuk sekolah

Sebelum menghadapi hari pertama sekolah, anak harus disiapkan mentalnya. Orangtua bisa mengajak anak berkeliling lingkungan sekolah agar dia tak merasa asing di tempat baru.

4. Ajarkan kemampuan bersosialisasi

Orangtua bisa mengasah kemampuan bersosialisasinya dengan mengajarkan menyapa dan berkenalan dengan teman-teman.

Baca juga: Jangan Asal Beli, Orangtua Perlu Tahu 13 Manfaat Mainan Edukatif Anak PAUD

Sehingga, anak bisa merasa nyaman dan bersemangat pergi ke sekolah. Pasalnya, pada masa usia 3-6 tahun, fungsi eksekutif otak anak akan mulai dibentuk dan ini sangat penting bagi masa depannya kelak.

5. Membentuk fungsi eksekutif otak

Fungsi eksekutif otak tersebut antara lain pengendalian diri, ingatan untuk bekerja, dan fleksibilitas mental.

Ketiga hal tersebut adalah fungsi dasar yang akan membantu anak meraih higher order thinking, yaitu kemampuan memecahkan masalah, merencanakan, dan memiliki pemikiran yang baik.

"Metode pembelajaran anak usia dini harus dibuat menyenangkan. Penting bagi orangtua mencari sekolah yang tepat. Pilih sekolah yang memungkinkan anak untuk banyak bermain, banyak bergerak. Jadi, cari PAUD jangan yang lebih banyak duduk," pungkas dr Andyda.

(Editor: Bestari Kumala Dewi)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X