Kemah Literasi Kaltara 2020, Konsolidasikan Gerakan Literasi

Kompas.com - 15/01/2020, 19:58 WIB

Relawan. Hikmah Wahyuni Nasution, relawan Forum Guru Tapal Batas (FGTB) membacakan buku cerita kepada anak diperbatasan Indonesia-Malaysia, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara). FGTB dengan dukungan Pokja Literasi Kaltara dan Pemprov Kaltara menggelar Kemah Literasi Kaltara 2020 pada 17-19 Januari 2020 di Bumi Perkemahan ASAD, Tarakan untuk mengkonsolidasikan gerakan literasi. Dok. Forum Guru Tapal Batas (FGTB). Relawan. Hikmah Wahyuni Nasution, relawan Forum Guru Tapal Batas (FGTB) membacakan buku cerita kepada anak diperbatasan Indonesia-Malaysia, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara). FGTB dengan dukungan Pokja Literasi Kaltara dan Pemprov Kaltara menggelar Kemah Literasi Kaltara 2020 pada 17-19 Januari 2020 di Bumi Perkemahan ASAD, Tarakan untuk mengkonsolidasikan gerakan literasi.

KOMPAS.com - Kemah Literasi Kaltara (KLK) 2020 akan digelar 17 – 19 Januari 2020 di Bumi Perkemahan ASAD, Pantai Amal Tarakan. Acara KLK 2020 diharapkan bisa menghidupkan gerakan literasi di berbagai di daerah termasuk di daerah perbatasan.

Ketua Forum Guru Tapal Batas (FGTB), Safril Efendi mengatakan KLK 2020 digelar untuk mengkonsolidasikan kembali gerakan literasi di Indonesia, termasuk di Kaltara.

Konsolidasi ini bertujuan merespon berbagai hasil penelitian terkini yang menunjukkan Indonesia memiliki tantangan serius di bidang literasi.

Hasil studi Bank Dunia November silam, menunjukkan sepertiga anak Indonesia yang berusia 10 tahun tidak mampu membaca dan memahami cerita sederhana.

Hasil serupa ditunjukkan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) melalui test PISA (Program International Student Assessment) 2018. Hasilnya 7 dari 10 anak Indonesia berusia 15 tahun, kompetensi membacanya di bawah kompetensi minimal.

”Dari ujung utara perbatasan Indonesia, kita ingin merespon masalah literasi ini,” tegasnya.

Lebih lanjut Safril mengatakan, keterampilan membaca merupakan pondasi untuk membangun masa depan bangsa.

Hanya dengan terampil membaca, anak mampu mempelajari semua mata pelajaran, memiliki keterampilan dan berprestasi.

Semakin baik keterampilan membaca anak, semakin baik pula prestasi belajarnya.

Studi yang dilakukan Eric A. Hanusek dan Lugner Woessmann pada 2012, menunjukkan bahwa peningkatan 10 persen jumlah pelajar yang memiliki keterampilan membaca dasar, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara sebesar 0,3 persen.

"Studi yang sama juga menemukan, bahwa 10 persen peningkatan jumlah pelajar dengan kemampuan membaca lebih lanjut, berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,3 persen,” tambahnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X