7 “Skill” yang Perlu Dimiliki Saat Memilih Prodi Kedokteran

Kompas.com - 16/01/2020, 11:36 WIB
Ilustrasi dokter dan pasien SasiistockIlustrasi dokter dan pasien

KOMPAS.com- Program studi (prodi) Kedokteran, Pendidikan Dokter, atau Kedokteran Gigi menjadi prodi favorit sekaligus tersulit di SNMPTN maupun SBMPTN.

Mendapatkan nilai UTBK di atas rata-rata menjadi syarat utama untuk bisa masuk ke prodi tersebut, sehingga persiapan matang perlu dilakukan, mulai dari baca buku pelajaran, latihan soal, ikut try out, dan kalau perlu ikut les tambahan.

Namun, dari segala persiapan akademik yang kamu lakukan, ada persiapan lain yang baiknya tidak diabaikan agar perjalanan panjang menjadi seorang dokter tak banyak rintangan.

Untuk menjadi dokter yang sukses, ada beberapa skill yang perlu kamu miliki. Skill atau kemampuan tersebut tidak hanya berupa hard skill atau kemampuan yang didapatkan dari pendidikan formal dan dibutuhkan untuk sebuah pekerjaan, namun juga soft skill.

Baca juga: Kisaran Nilai Passing Grade UTBK Prodi Kedokteran di SBMPTN

Soft skill lebih mengarah pada kepribadian, seperti kemampuan beradaptasi, kemampuan berkomunikasi, kemampuan berinteraksi, yang menentukan “kelangsungan hidup” kamu dalam sebuah lingkungan.

Melansir Rencanamu.id, berikut sejumlah skill yang perlu kamu miliki yang nantinya menentukan “kecocokan” kamu dengan prodi Kedokteran atau Kedokteran Gigi.

1. Passion

Passion yang dalam bahasa Indonesia berati “gairah” atau “semangat” menjadi modal penting yang kamu miliki untuk menjadi dokter. Perlu dipahami, untuk bisa menjalani praktek, apalagi menjadi dokter spesialis, perjalanan yang akan kamu lalui akan sangat panjang.

Menurut dokter umum sekaligus narasumber 101 Youthmanual Sania, passion sangat penting bagi mahasiswa kedokteran agar kuliah tak putus di tengah jalan.

Baca juga: Kisaran Passing Grade SBMPTN Prodi Kedokteran Gigi

“Kalau memang sudah punya passion [menjadi dokter], pasti bisa kok belajar apa saja,” jelas Sania.

2. Suka Biologi.

Bila kamu menyukai pelajaran Biologi, kemungkinan kamu cocok dengan prodi kedokteran. Sebab, Biologi menjadi salah satu pelajaran yang paling sering kamu pelajari saat menjadi mahasiswa kedokteran.

Seandainya kamu tidak suka dengan pelajaran ini, coba pikirkan lagi apa betul kamu benar-benar berniat untuk masuk prodi kedokteran?

3. Tekun dan komitmen kuat

Ketekunan dan komitmen untuk terus belajar perlu dimiliki oleh mahasiswa kedokteran. Ujian kuliah bisa menjadi “santapan” harian, sehingga akhir pekan pun harus rela belajar.

Selain itu, usai menjadi Sarjana Kedokteran, mahasiswa juga harus menjalani program profesi atau Koas dalam kurun waktu 1-1,5 tahun sekaligus tahap yusidium untuk bisa menyandang title dokter (dr.). Lalu, untuk bisa membuka praktik, dokter muda harus lolos Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) yang materi ujiannya tidak mudah.

Itu baru “setengah jalan” bila kamu ingin mengambil Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS).

Baca juga: Mengintip Prodi Saintek dengan Passing Grade Rendah di PTN Favorit

“Sebetulnya ada aja mahasiswa yang malas-malasan. Tapi mereka yang begitu bakal tereliminasi dengan sendirinya, kok. Setiap tahun, ada banyak juga mahasiswa Kedokteran yang berguguran,” cerita Shabrina, alumni FK Universitas Indonesia.

4. Kepedulian

Misi mulia menjadi seorang dokter ialah menolong orang lain. Bila kamu memiliki kepedulian tinggi, maka siapapun orang yang berobat, apapun penyakitnya, kamu akan memiliki dorongan untuk membantu mereka.

Modal inilah yang akan membuat kamu mudah untuk mengembangkan karier sebagai seorang dokter dan disukai oleh banyak pasien.

5. Komunikatif

Tugas dokter sejatinya tak hanya mendengar keluhan pasien dan kemudian memberikan obat. Seorang dokter sebaiknya juga bisa menyampaikan ilmu dan analisanya terhadap sebuah penyakit pada pasien.

Kemampuan berkomunikasi akan memudahkan dokter untuk berinteraksi dengan segala macam pasien, dari tingkat usia yang berbeda, ekonomi berbeda, bahkan pendidikan yang berbeda. Dengan begitu, perawatan dan pengobatan yang diberikan bisa lebih efektif.

6. Cekatan

 

Sejak di bangku kuliah, mahasiswa FK sudah dituntut untuk mampu bertindak dan berpikir dengan cepat, namun tetap akurat. Ketelitian, keterampilan tangan, serta kesigapan dalam bergerak sangat diperlukan.

Baca juga: Passing Grade Tinggi, Ini Prodi Saintek Paling Sulit di PTN Favorit

7. Detail

Selain cekatan, seorang dokter juga harus mampu bekerja secara detail. Ada banyak hal yang harus dikerjakan secara detail, misalnya dalam memberi dosis obat, melakukan jahitan dan banyak hal lain.

Kemampuan detail akan membantu seorang dokter menegakkan diagnosa tepat. Tanpa kemampuan ini, dokter bisa saja melakukan kesalahan diagnosa yang berbahaya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SBMPTN 2020 UPN 'Veteran' Jakarta, 5 Prodi Ini Daya Tampungnya Banyak

SBMPTN 2020 UPN "Veteran" Jakarta, 5 Prodi Ini Daya Tampungnya Banyak

Edukasi
6 Tips Pilih Prodi SNMPTN 2020 dari Ditjen Dikti Jelang H-2 Penutupan

6 Tips Pilih Prodi SNMPTN 2020 dari Ditjen Dikti Jelang H-2 Penutupan

Edukasi
Lulusan Teknik Sipil Jadi Tukang Bangunan? Calon Mahasiswa, Ketahui 4 Hal Ini

Lulusan Teknik Sipil Jadi Tukang Bangunan? Calon Mahasiswa, Ketahui 4 Hal Ini

Edukasi
Pemimpin, Ketahui Hal Ini untuk Raih Kesuksesan

Pemimpin, Ketahui Hal Ini untuk Raih Kesuksesan

BrandzView
Jelang Penutupan, SNMPTN 2020 Diperpanjang Khusus Pendaftar KIP Kuliah

Jelang Penutupan, SNMPTN 2020 Diperpanjang Khusus Pendaftar KIP Kuliah

Edukasi
Segera Dibuka, Rekrutmen Taruna Taruni AAL 2020 bagi Lulusan SMA

Segera Dibuka, Rekrutmen Taruna Taruni AAL 2020 bagi Lulusan SMA

Edukasi
Kuliah Prodi Kesehatan Masyarakat? Ini yang Dipelajari dan Prospek Kariernya

Kuliah Prodi Kesehatan Masyarakat? Ini yang Dipelajari dan Prospek Kariernya

Edukasi
Beasiswa SMA di Depok, Bogor, Tangsel dan Bandung dari Yasbil

Beasiswa SMA di Depok, Bogor, Tangsel dan Bandung dari Yasbil

Edukasi
Daya Tampung SBMPTN 2020 ITS, 3 Prodi Ini Paling Diminati Tahun Lalu

Daya Tampung SBMPTN 2020 ITS, 3 Prodi Ini Paling Diminati Tahun Lalu

Edukasi
7 Catatan PGRI soal Merdeka Belajar dan Guru Penggerak Mendikbud Nadiem

7 Catatan PGRI soal Merdeka Belajar dan Guru Penggerak Mendikbud Nadiem

Edukasi
Ternyata Pola Asuh Otoriter Masih Dibutuhkan, Ini Syaratnya

Ternyata Pola Asuh Otoriter Masih Dibutuhkan, Ini Syaratnya

Edukasi
Ingin Jadi Taruna AAU? Pendaftaran Dibuka 1 Maret, Ini Materi Seleksinya

Ingin Jadi Taruna AAU? Pendaftaran Dibuka 1 Maret, Ini Materi Seleksinya

Edukasi
Terkait Kecelakaan Air Siswa SMPN 1 Turi, Mapala UPN Bagikan 8 Tips Susur Sungai

Terkait Kecelakaan Air Siswa SMPN 1 Turi, Mapala UPN Bagikan 8 Tips Susur Sungai

Edukasi
Sering Dibacakan Dongeng, Latih Anak Jadi Pendengar yang Baik

Sering Dibacakan Dongeng, Latih Anak Jadi Pendengar yang Baik

Edukasi
[POPULER EDUKASI] Mendikbud Segera Lakukan Investigasi Musibah Susur Sungai | Rekrutmen Bintara 2020 | Beasiswa Penuh S1 Taiwan

[POPULER EDUKASI] Mendikbud Segera Lakukan Investigasi Musibah Susur Sungai | Rekrutmen Bintara 2020 | Beasiswa Penuh S1 Taiwan

Edukasi
Close Ads X