Inovasi "Lidah Elektronik" Dosen UGM Ini Mampu Diteksi Makanan Halal

Kompas.com - 18/01/2020, 22:59 WIB
Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si.dosen Fisika FMIPA UGM sekaligus peneliti di Institute of Halal Industry and System (IHIS) UGM, berhasil mengembangkan alat multi fungsi otentikasi halal berupa lidah elektronik (electronic tongue) atau ELTO. DOK. UGMDr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si.dosen Fisika FMIPA UGM sekaligus peneliti di Institute of Halal Industry and System (IHIS) UGM, berhasil mengembangkan alat multi fungsi otentikasi halal berupa lidah elektronik (electronic tongue) atau ELTO.

KOMPAS.com - Dosen Fisika FMIPA UGM berhasil mengembangkan alat multi fungsi untuk identifikasi makanan halal secara cepat, akurat, dan portable berbentuk "lidah elektronik" (electronic tongue) atau ELTO.

ELTO hasil peneliti di Institute of Halal Industry and System (IHIS) UGM, Dr. Eng. Kuwat Triyana ini juga mempu mendeteksi keaslian dan kualitas produk makanan.

Tidak hanya mendeteksi kehalalan makanan, Kuwat menjelaskan alat ini juga bisa digunakan untuk membuktikan keaslian produk-produk makanan, seperti kopi luwak dan zam-zam, deteksi kontaminasi produk dan kehalalannya, deteksi cepat narkotika dan lainnya.

"Bekerja layaknya lidah kita, ELTOl bisa menganalisis berbagai macam rasa, seperti pahit, asin, asam, manis, dan gurih atau umami,“ jelas Kuwat seperti dilansir dari laman resmi UGM (17/1/2020).

Penggunaan mudah dan praktis

Alat ini menggunakan sistem kecerdasan buatan (AI) dan dapat dihubungkan ke komputer atau ponsel cerdas Android secara nirkabel.

Baca juga: Fenomen Sinkhole di Gunungkidul, Ini Kata Pakar dari UGM

Kuwat menyampaikan alat ini merupakan lidah elektronik terkecil yang ada saat ini. Untuk mendukung portabilitas, alat ini menggunakan sumber energi satu baterai lithium 3.500 mAH dan bisa bertahan hingga 14 jam untuk penggunaan secara kontinu.

Cara pengoperasian perangkat ini tergolong mudah. Sampel produk yang akan dideteksi cukup dilarutkan atau diseduh dengan air atau alkohol tergantung sifat sampelnya.

Selanjutnya ujung larik sensor dicelupkan ke dalam larutan sampel tersebut selama 1-2 menit. Kemudian data diproses berbasis kecerdasan buatan hingga dengan mudah diambil sebuah keputusan atas sampel tersebut.

“Hasilnya, tidak lebih dari 2 menit sudah bisa dilihat di layar komputer atau perangkat berbasis Android apakah produk tersebut asli atau tidak, halal atau tidak, serta tingkatan kualitas tertentu,” ungkapnya.

Terkecil di dunia dan akurasi tinggi

Selain mampu mendeteksi secara cepat, alat ini juga memiliki akurasi tinggi yakni lebih dari 98 persen.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X