Catat! Ini Hal-hal yang Mesti Diperhatikan Calon Sarjana Kesehatan Masyarakat

Kompas.com - 21/01/2020, 20:18 WIB
Wakil Dekan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul, Dr. CSP Wekadigunawan, MPH, Ph.D, membahasnya dalam Workshop dan Seminar bertajuk ?Apa Strategi Profesi Kesehatan Masyakrakat dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0?? yang digelar STIKes HangTuah Pekanbaru Jakarta 17 - 18 Januari 2020. Dok. Esa Unggul.Wakil Dekan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul, Dr. CSP Wekadigunawan, MPH, Ph.D, membahasnya dalam Workshop dan Seminar bertajuk ?Apa Strategi Profesi Kesehatan Masyakrakat dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0?? yang digelar STIKes HangTuah Pekanbaru Jakarta 17 - 18 Januari 2020.

KOMPAS.com - Profesi Kesehatan Masyarakat adalah salah satu profesi yang paling menjanjikan di era industri 4.0. Namun tantangan profesi ini juga banyak dihadapi oleh para lulusan Kesehatan Masyarakat.

Untuk membahas hal tersebut, Wakil Dekan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul, Dr. CSP Wekadigunawan, MPH, Ph.D, membahasnya dalam Workshop dan Seminar bertajuk “Apa Strategi Profesi Kesehatan Masyarakat dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0?” yang digelar STIKes HangTuah Pekanbaru Jakarta 17 - 18 Januari 2020.

Dalam materinya, Weka mengingatkan tentang perlunya calon SKM (Sarjana Kesehatan Masyarakat) mempersiapkan diri dengan berbagai keterampilan salah satunya dengan meningkatkan Softskill.

“Setidaknya ada enam keterampilan yang harus dimiliki oleh Sarjana Kesehatan Masyarakat yakni computational thinking (berpikir cepat & memutuskan secara cepat), kreatif, tidak mudah menyerah, flexibility attitude (mudah menerima pikiran dan inovasi baru), inclusivity (berperilaku inklusif tidak ingin menonjol sendirian tetapi sebagai pahlawan bersama) dan tak lelah membagi Visi Bersama,” ucap Weka dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (21/1/2020).

Baca juga: Hai Anak Muda! Ini 4 Kemampuan yang Mesti Kamu Punya di Era 4.0

Weka melanjutkan industri kesehatan nantinya akan terus berkembang dengan teknologi digitalisasi dan otomatisasi. Untuk itu penting bagi para lulusan Keseahatan Masyarakat untuk terus meng-upgrade diri mereka agar melek akan teknologi yang cepat berubah.

“Teknologi digitalisasi dan otomatisasi akan masuk ke Industri Kesehatan di Indonesia, sejumlah Program pemerintah yang mencanangkan peningkatan akses kesehatan, misalnya pelayanan kesehatan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi komunikasi (telemedicine), atau e-kesehatan akan segera diterapkan di seluruh daerah,” tuturnya.

Dirinya berharap para luluasan Sarjana Kesehatan Masyarakat mampu adaptif terhadap perkembangan dengan meningkatkan skill mereka baik lewat akademik, organisasi, komunitas dan lingkungan masyarakat.

“Mudah-mudahan para lulusan Kesehatan Masyarakat mampu beradaptasi dengan dunia kesehatan yang saat ini telah terpengaruh oleh era Industri 4.0 yang mengedepankan otomatisasi dan digitalisasi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Stikes Pak Ahmad Hanafi juga menyampaikan keinginannya untuk dapat bekerjasama dengan UEU. Selain itu, Kepala Program Studi Kesehatan Masyarakat Stikes, Achmad Satria menyampaikan pentingnya bekerja sama dalam Tridharma Perguruan Tinggi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X