Rektor IPB Nilai Kebijakan Kampus Merdeka Sesuai dengan Kurikulum Baru IPB 2020

Kompas.com - 27/01/2020, 20:28 WIB
Sebanyak 800 mahasiswa IPB University diwisuda pada Rabu (15/1) bertempat di Gedung Grha Widya Wisuda (GWW) Kampus IPB Dramaga Bogor. Seremonial wisuda dibuka secara langsung oleh Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria. Dok. IPB UniversitySebanyak 800 mahasiswa IPB University diwisuda pada Rabu (15/1) bertempat di Gedung Grha Widya Wisuda (GWW) Kampus IPB Dramaga Bogor. Seremonial wisuda dibuka secara langsung oleh Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria.

KOMPAS.com - Rektor IPB University, Prof. Arif Satria menilai kebijakan Kampus Merdeka sesuai dengan rencana kurikulum baru IPB 2020 (K2020) yang akan berlaku mulai Agustus 2020.

IPB telah mempersiapkan smart system untuk mendukung kebijakan akademik baru tersebut.

"Dalam kebijakan baru IPB University yang dituangkan dalam K2020 tersebut, IPB University juga merancang agar mahasiswa mendapat tiga literasi baru," kata Prof. Arif dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com , Minggu (26/1/2020).

Prof. Arif menyebutkan tiga literasi tersebut yaitu literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia serta kemampuan 4C (critical thinking-problem solving communication, creativity, dan collaboration).

Baca juga: Mahasiswa, Ketahui 5 Manfaat Sistem SKS Baru versi Kampus Merdeka

Prof. Arif mengatakan tugas akhir di IPB University juga mulai dikembangkan dengan metode capstone sehingga mahasiswa terlatih berkolaborasi lintas disiplin.

"Kemampuan ini kemudian diasah melalui integrasi pendidikan kurikuler dan kegiatan kemahasiswaan untuk memperkuat karakter dalam rangka mewujudkan mahasiswa yang memiliki karakter tangguh, lincah dan pembelajar (powerful agile learner)," tambahnya.

Mendorong mahasiswa dengan bersentuhan dengan realitas

Kebijakan Kampus Merdeka, lanjut, Prof. Arif, membuka ruang lebih besar kepada mahasiswa untuk bersentuhan dengan realitas seperti program desa, magang, dan program lapang lainnya untuk mendorong penguatan skill complex problem solving dan kolaborasi yang sudah diberikan teori dan latihannya di kampus IPB University.

"Hal ini selaras dengan K2020 IPB yang juga hendak mendorong mahasiswa bersentuhan dengan realitas dan memiliki skill-skill tersebut," kata Prof. Arif.

Baca juga: Perbedaan Sistem SKS Zaman Old dan Zaman Now versi Kampus Merdeka

Oleh karenanya bentuk tugas akhir yang diberikan di IPB University saat ini tidak hanya bersumber dari hasil penelitian, tetapi juga bisa dari hasil magang, pengembangan business plan, dan lain-lain.

Kebijakan baru agar mahasiswa bisa melaksanakan praktik di lapang (industri, instansi, desa, perusahaan dan lain-lain) hingga 40 sks sejalan dengan K2020 IPB.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X