Dukung Merdeka Belajar "Mas Nadiem", Sri Mulyani Naikkan Dana BOS

Kompas.com - 11/02/2020, 07:39 WIB
Menkeu Sri Mulyani didampingi Mendikbud Nadiem Anwar Makarim dan Mendagri Tito Karnavian mengumumkan kenaikan besaran dana BOS dalam konferensi pers Sinergi Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Desa Berbasis Kinerja pada Senin, (10/02/2020) di Gedung Kemenkeu, Jakarta. DOK. KEMENDIKBUDMenkeu Sri Mulyani didampingi Mendikbud Nadiem Anwar Makarim dan Mendagri Tito Karnavian mengumumkan kenaikan besaran dana BOS dalam konferensi pers Sinergi Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Desa Berbasis Kinerja pada Senin, (10/02/2020) di Gedung Kemenkeu, Jakarta.

KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim didampingi dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengumumkan kenaikan besaran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk jenjang SD hingga SMA dan SMK.

Hal ini disampaikan Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers bersama "Sinergi Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Desa Berbasis Kinerja" pada Senin (10/2/2020) di Gedung Kemenkeu, Jakarta.

"Untuk tahun ini, 2020, SD naik unit cost-nya dari Rp 800.000 menjadi Rp 900.000. Untuk SMP, dari 1 juta menjadi Rp 1.100.000. Untuk SMA naik dari Rp 1,4 juta menjadi Rp 1,5 juta," ujar Sri Mulyani.

Ia kemudian menambahkan, "SMK akan tetap sama karena tahun lalu telah dinaikkan dari Rp 1,4 juta menjadi Rp 1,6 juta dan untuk Pendidikan Khusus akan tetap sama Rp 2 juta per siswa."

Baca juga: Nadiem Makarim: 50 Persen Dana BOS untuk Guru Honorer, Ini Syaratnya

Pencairan dalam 3 tahap

Sri Mulyani menyampaikan, sebanyak 136.579 sekolah akan mendapat penyaluran tahap BOS tahap I dengan total besaran Rp 9,8 triliun. Dana ini dikirimkan langsung ke rekening sekolah penerima tanpa melalui pemerintah daerah.

Rencananya, dana BOS dicairkan dalam 3 tahap dengan ketentuan; Tahap I sebesar 30 persen, Tahap II 40 persen, dan Tahap III 30 persen.

"Untuk tahun 2020, penyaluran Dana BOS diubah dari tadinya 4 kali menjadi 3 kali. Dengan tiga kali, berarti akan jauh lebih sederhana. Syarat-syarat pencairannya, kami mengikuti Kemendikbud," papar Menkeu.

Tahap pencairan dana BOS reguler paling cepat tahap I sudah bisa dilakukan sejak Januari, tahap II bulan April, dan tahap III bulan September. Sedangkan untuk BOS Kinerja dan Afirmasi, Sri Mulyani menginformasikan akan memberikan sekaligus 100 persen paling cepat 2020. 

"Ini tujuannya untuk mendorong dan mendukung program ' Merdeka Belajar' Mas Nadiem," jelasnya.

Kesejahteraan guru honorer

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem juga mengumumkan dana BOS dapat digunakan meningkatkan kesejahteraan guru honorer.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X