Wisuda UGM: Dorong Wisudawan Mulai Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Kompas.com - 19/02/2020, 20:16 WIB
Sebanyak 1.606 lulusan baru diwisuda pada Upacara Wisuda Program Sarjana dan Diploma, Rabu (19/2) di Grha Sabha Pramana UGM. Dok. UGMSebanyak 1.606 lulusan baru diwisuda pada Upacara Wisuda Program Sarjana dan Diploma, Rabu (19/2) di Grha Sabha Pramana UGM.

KOMPAS.com - Sebanyak 1.606 lulusan baru diwisuda pada Upacara Wisuda Program Sarjana dan Diploma, Rabu (19/2) di Grha Sabha Pramana UGM.

Jumlah tersebut terdiri atas 1.437 lulusan Program Sarjana termasuk 5 orang wisudawan berasal dari Warga Negara Asing serta 166 lulusan Program Diploma termasuk 39 wisudawan dari program D IV.

Dalam sambutannya, Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU., ASEAN Eng., mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah menjadi bagian dari keluarga besar alumni UGM yang tersebar di seluruh pelosok wilayah nusantara dan bahkan dunia.

“Atas nama UGM saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang berhasil menyelesaikan pendidikannya di UGM, juga kepada para orang tua serta dosen-dosen yang telah senantiasa mendampingi dan membimbing anak didik kami untuk menjadi insan-insan yang berguna bagi masyarakat,” ucap Prof. Panut seperti dikutip dari halaman ugm.ac.id.

Para wisudawan yang telah berhasil melalui proses studi di UGM menurutnya memiliki kapasitas yang lebih dari cukup untuk mampu berkontribusi bagi negara di dalam bidang yang ditekuni.

Baca juga: Prediksi Daftar Prodi UI, UGM, dan UNAIR Paling Sulit Ditembus di SNMPTN 2020

Di era yang penuh ketidakpastian, misalnya dengan kemunculan virus corona yang memunculkan ketakutan akan dampak ekonomi serta dampak lainnya yang sulit untuk diprediksi, diperlukan riset-riset untuk memperkuat daya tahan perekonomian nasional.

“Diperlukan riset-riset untuk membangun sistem perekonomian nasional yang kuat dan resilient terhadap berbagai persoalan yang muncul, termasuk ancaman yang belum pernah kita temui sebelumnya. Saudara-saudara yang lulus hari ini harus bisa mengambil bagian dalam usaha-usaha tersebut pada beberapa tahun mendatang,” paparnya.

Di samping itu, isu perubahan iklim yang menimbulkan beragam akibat yang merugikan, seperti banjir, longsor, kekeringan, peningkatan permukaan air laut, hingga wabah penyakit, juga perlu menjadi perhatian dari para lulusan baru.

Generasi milenial, menurutnya, adalah generasi yang kreatif dan ramah lingkungan. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya tren gaya hidup ramah lingkungan, seperti membawa tas belanja untuk menghindari penggunaan plastik sekali pakai, penggunaan sedotan stainless, dan konsumsi produk-produk organik di kalangan anak-anak muda.

Baca juga: Dies Natalis Ke-70, UGM Gelar Pawai Budaya Nitilaku

Ia mendorong wisudawan UGM untuk mulai melakukan hal-hal kecil seperti ini yang mampu membentuk kebiasaan yang baik bagi kelestarian lingkungan.

“Saya harap Saudara-saudara juga mulai mengadopsi kebiasaan-kebiasaan baik ini. Dan tidak hanya itu, Saudara juga bisa menggunakan ilmu yang saudara peroleh selama kuliah di UGM, pembelajaran yang Saudara dapatkan dengan hidup di tengah-tengah masyarakat, dan teknologi yang dikuasai, tidak untuk sekadar mengeksploitasi bumi ini,” ujar Prof. Panut.

Dalam wisuda periode ini, rata-rata masa studi wisudawan program sarjana adalah 4 tahun 9 bulan. Untuk program D III dan D IV masing-masing 3 tahun 8 bulan dan 4 tahun 7 bulan.

Mahasiswa Program Studi Akuntansi, Shienny Febrian Handoko, menjadi lulusan termuda setelah menyelesaikan studi sarjananya pada usia 18 tahun 11 bulan 4 hari, sementara Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi diraih Christopher Andrew dari Program Studi Teknik Mesin.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X