Ini Daftar Nama Tenaga Sensor Lembaga Sensor Film Periode 2020-2024

Kompas.com - 23/02/2020, 08:00 WIB
Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ahmad Yani Basuki melantik 34 tenaga sensor periode tahun 2020-2024 pada Kamis (20/02/2020) di Auditorium Gedung Film Pesona Indah Jakarta. Dok. KemendikbudKetua Lembaga Sensor Film (LSF) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ahmad Yani Basuki melantik 34 tenaga sensor periode tahun 2020-2024 pada Kamis (20/02/2020) di Auditorium Gedung Film Pesona Indah Jakarta.

KOMPAS.com - Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ahmad Yani Basuki melantik 34 tenaga sensor periode tahun 2020-2024 pada Kamis (20/02/2020) di Auditorium Gedung Film Pesona Indah Jakarta.

Dalam sambutannya, Yani menyampaikan ucapan selamat dan mengharapkan agar para tenaga sensor yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dengan mengingatkan tugas, peran, dan fungsi dari Lembaga Sensor Film.

“Lembaga Sensor Film di mana kita bertugas ini adalah merupakan salah satu wujud komitmen dan kesungguhan pemerintah dan negara dalam melindungi warga negaranya dari dampak negatif film dan iklan film, juga sekaligus dalam mendorong kemajuan perfilman nasional yang lebih baik,” kata Yani dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Yani kemudian mengingatkan kembali bahwa lahirnya UU Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman, dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2014 tentang Sensor Film, sebagai pengganti Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah sebelumnya, telah mengamanatkan Paradigma Baru Sensor Film.

Paradigma baru yang ditandai dengan adanya perubahan signifikan, baik struktural maupun kultural.

“Secara struktural kita ketahui bahwa, di masa lalu, anggota Lembaga Sensor Film (LSF) berjumlah 45 orang. Mereka berasal dari perwakilan berbagai instansi pemerintah, baik instansi Sipil, Militer maupun Kepolisian RI dan perwakilan dari berbagai organisasi kemasyarakatan di bidang sosial, budaya agama dan bidang-bidang lainnya. Di masa lalu tidak dikenal adanya Tenaga Sensor,” ujarnya.

“Adapun perubahan kulturalnya adalah, dalam pelaksanaan penyensoran film dan iklan film dilakukan berdasarkan prinsip dialogis dengan pemilik film dan iklan film yang disensor. Oleh karena itu LSF saat ini, dan ke depan tentunya, jauh dari posisi atau kesan sebagai tukang potong film. Karena, sekiranya ada revisi terhadap Film dan iklan Film yang disensor pun , perbaikannya dikembalikan kepada pemilik Film dan iklan film tersebut. Selain itu perubahan kulturalnya juga ditandai dengan jam kerjanya yang penuh waktu, baik untuk anggota maupun tenaga sensor,” jelas Yani.

Dalam kesempatan yang sama, Yani juga mengucapkan rasa terima kasihnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tenaga sensor periode 2015-2019 yang telah purna tugas dengan telah menunjukkan dedikasi dan tanggung jawab yang baik selama mengemban tugas di LSF dan juga telah berperan pada periode pertama membangun paradigma baru LSF sesuai amanat Undang-undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2014.

Yani mengingatkan bahwa ada tiga unsur utama untuk memastikan seseorang kompeten dalam tugasnya yaitu: yang pertama unsur knowledge atau ilmu pengetahuan yaitu pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang tugas dan fungsinya; yang kedua skill yaitu keahlian dan keterampilan dalam melaksanakan tugasnya; dan yang ketiga adalah attitude yaitu sikap mental yang baik yang ditandai dengan sikap disiplin dan tanggung jawab yang tinggi dalam mengemban amanah tugasnya.

Keberadaan dan keterpaduan ketiga unsur kompetensi tersebutlah yang akan mewarnai tingkat profesionalisme seseorang maupun profesionalisme kelembagaannya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X