SEAMAO BIOTROP: SMK akan Jadi Ujung Tombak Pengembangan Pertanian Indonesia

Kompas.com - 27/02/2020, 20:13 WIB
Seorang petani tengah bekerja di perkebunan di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Dok DANI RAMDANISeorang petani tengah bekerja di perkebunan di Pangalengan, Kabupaten Bandung.

KOMPAS.com - Direktur SEAMEO BIOTROP (Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology), Irdika Mansur mengatakan  SMK akan menjadi ujung tombak dalam pengembangan pertanian di Indonesia. 

Pertanian di Indonesia adalah salah satu aspek penting yang perlu dikembangkan di Indonesia.

“Bidang pertanian menjadi salah satu aspek penting yang perlu dikembangkan di Indonesia, maka BIOTROP memberikan perhatian lebih kepada pengembangan pertanian Indonesia. Untuk itulah BIOTROP melakukan berbagai penelitian yang mengangkat tema pertanian lahan sempit,” terang Irdika dalam siaran pers yang diterima KOMPAS.com.

Untuk itu edukasi pertanian lahan sempit diberikan kepada siswa dan guru-guru SMK. BIOTROP telah membina lebih dari 100 SMK di Indonesia untuk mendukung program revitalisasi SMK dan Ketahanan Pangan, bekerja sama dengan Direktorat PSMK.

“Atas inisiatif Bapak Didik Suhardi yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Jendral Kemendikbud, SEAMEO BIOTROP juga membuat program pengembangan buah tanpa musim di sekolah. Sejak tahun 2018 telah melatih dan membangun kebun buah di 36 SMK Pertanian mulai dari Aceh sampai Papua (SMARTS BE program),” terang Irdika.

Teknologi 4.0 di bidang pertanian

Sementara itu, Rektor IPB sekaligus sebagai Anggota Dewan Pembina SEAMEO BIOTROP dari Indonesia, Arif Satria, menyatakan bahwa dalam era teknologi 4.0 yang bertumpu pada teknologi big data, SEAMEO BIOTROP sangat berperan aktif dalam memperkaya materi pembelajaran untuk para siswa.

SEAMEO BIOTROP menginspirasi dengan memperkenalkan teknologi school garden, hidroponik, aquaponik, SMARTS-BE, Teaching Factory, serta keahlian berwirausaha.

Baca juga: Lulus SMK Lalu Apa? Berikut 4 Hal yang Bisa Dilakukan

IPB dan SEAMEO BIOTROP juga bersama-sama memanfaatkan teknologi 4.0 (Internet of Things/IoT) untuk mendukung ketahanan pangan melalui pertanian presisi dengan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG).

Peningkatan pemanfaatan aset melalui berbagai kegiatan kerja sama yang akan dicanangkan yaitu Agro Eco-Eduwisata antara BIOTROP - Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat – Institut Pertanian Bogor (LPPM – IPB), dan kerja sama dalam akses penggunaan fasilitas laboratorium antara BIOTROP dan IPB.

Selain itu juga, berbagi diseminasi informasi publikasi penelitan, seperti BIOTROPIA, gerakan bersama konservasi keanekaragaman hayati Indonesia seperti gerakan nasional pohon langka yang bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (DPP HA IPB).

SEAMEO BIOTROP telah memberikan kontribusi tidak hanya untuk pengembangan pendidikan tinggi, tetapi juga bagi pendidikan dasar dan menengah.

Hasil-hasil penelitian tidak hanya menjadi bahan literatur bagi dunia pendidikan tinggi, tetapi hasil-hasil penelitian terapan BIOTROP dapat diaplikasikan secara sederhana oleh siswa SMK dan masyarakat umum.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X