Memberikan wawasan, menumbuhkan harapan, tanpa gangguan iklan.
Berani coba? Dapatkan Gratis

7 Kendala yang Biasa Dialami Anak Mau Masuk SD

Kompas.com - 29/02/2020, 11:10 WIB
Albertus Adit

Penulis

5. Merasa tak ada teman

Karena berada di sekolah baru, maka anak akan mengalami hal-hal baru termasuk teman-temannya. Ini akan mengakibatkan anak merasa asing kembali.

Oleh karena itu, berteman pun sering menjadi masalah bagi anak-anak. Butuh waktu untuk beradaptasi dan berkenalan dengan teman barunya. Apalagi bagi anak-anak yang pemalu.

Tugas orangtua di awal adalah mencarikan teman. Hanya saja ada yang perlu diperhatikan saat orangtua mencarikan teman adalah siapa saja yang dianggap paling nyaman bagi anak kita.

Hindarilah kita membeda-bedakan teman lain. Jangan sampai kita menjelek-jelekkan anak lain kepada anak kita. Semua adalah teman baik. Ini akan membuat anak kita menjadi baik dan tidak sombong.

6. Tak mau masuk kelas

Saat anak dari rumah sudah begitu bersemangat, namun entah mengapa ketika hendak memasuki kelas, tiba-tiba mogok. Ini seringkali membuat orangtua putus asa. Membujuk berkali-kali dengan berbagai cara tetap saja tak mau masuk.

Ada banyak kemungkinan anak tak mau masuk kelas. Misalnya dia tak suka kepada salah seorang teman di kelasnya, mungkin karena tidak cocok posisi duduknya, mungkin gurunya yang kurang ramah, ruangannya, atau hal lain yang tidak terkomunikasikan anak kita.

Oleh karena itu kita tak harus marah. Lebih baik mengamati dan menyelidiki apa penyebabnya agar dapat dicari solusinya.

Ajaklah anak untuk bicara dengan santai, ketika dia tidak sedang mogok. Tanyakan hal yang kurang menyenangkan di kelas itu. Jika sudah tersampaikan maka bekerjasamalah dengan guru wali kelasnya untuk mengatasi hal itu. Tentu ini akan lebih baik hasilnya.

Baca juga: 10 Cara Hadapi Bullying atau Perundungan, Kamu Wajib Tahu!

7. Anak minta ditunggui

Biasanya, anak yang belum mandiri akan minta ditunggui oleh orangtuanya. Tapi ada hal lain yang perlu diketahui orangtua. Bisa karena adanya tekanan batin yang dialami anak.

Tekanan ini bisa berasal dari guru, teman, bahkan dari orangtuanya sendiri. Anak-anak yang mendapat pesan keras dari orangtuanya saat hendak berangkat sekolah bisa berdampak kurang bebas bagi anak.

Misal si ibu berpesan agar selalu memperhatikan saat diajari guru, atau ayah berpesan tidak nakal, tidak ini tidak itu, harus begini, harus begitu, akan membuat anak terlalu banyak beban. Maka hindarilah pesan berlebihan kepada anak. Jadi, berpesanlah yang wajar saja pada anak anda.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Pengalaman baca menyeluruh tanpa iklan.
Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com