Kompas.com - 16/03/2020, 17:32 WIB
Tangkapan layar Kompas TV konferensi pers Presiden Joko Widodo di Istana Bogor (16/3/2020) terkait koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan wabah corona. DOK. KOMPAS TVTangkapan layar Kompas TV konferensi pers Presiden Joko Widodo di Istana Bogor (16/3/2020) terkait koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan wabah corona.

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo berharap sekolah dan guru berperan aktif agar penghentian proses belajar tatap muka di sekolah terkait wabah corona tidak membuat siswa justru bermain ke luar.

Imbauan ini disampaikan Presiden Jokowi dalam konferensi pers di Istana Bogor (16/3/2020) terkait koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan wabah corona. 

Presiden Jokowi meyakini, jika dijalankan dengan baik maka belajar dari rumah ini dapat mengurangi penyebaran virus corona.

"Kalau ini bisa efektif (pembelajaran dari rumah), saya yakin akan mengurangi banyak sekali mobilitas para pelajar dan mahasiswa dan mengurangi penyebaran covid-19," ujar Presiden Jokowi.

Baca juga: Nadiem Pahami Keputusan Pemprov Hentikan Sementara Aktivitas di Sekolah

Jangan sampai siswa malah bermain

Sisi lain, Presiden menyadari belum semua sekolah mampu secara efektif menjalankan pembelajaran berbasis daring atau online.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ada yang sudah mampu dengan online ada yang belum. Sehingga di sini keaktifan setiap sekolah, keaktifan dari guru adalah menjadi penting kalau itu tidak bisa online," ujar Presiden.

Peran aktif sekolah dan guru ini menjadi penting, menurut Presiden Jokowi, agar jangan sampai liburnya kegiatan tatap muka di sekolah justru membuat siswa malah bermain ke tempat-tempat yang banyak kerumunan.

"Terapi jangan sampai, kita harapkan, jangan sampai pelajar diliburkan malah bermain ke warnet, ke tempat-tempat yang banyak kerumunan," tegas Jokowi.

Belajar online cegah mobilitas

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan Mendikbud telah melakukan koordinasi agar siswa mendapatkan bantuan gratis dari beberapa perusahaan edukasi berbasis teknologi (edutech). 

"Ini sudah dimulai hari ini. Mendikbud telah mengkoordinasi ini sehingga hari ini kita mendapatkan bantuan gratis untuk belajar lewat online dari RuangGuru, dari Zenius, dari Google, dari Microsoft, dari Quipper, dari Sekolahmu dan dari Kelas Pintar," jelas Jokowi.

Presiden Jokowi melanjutkan, "Artinya ini sudah berjalan pada hari ini. Kita ingin mengajak agar guru juga mengarahkan ke sana (pembelajaran online) dalam dua minggu ke depan."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.