Kompas.com - 21/03/2020, 20:26 WIB
- -

Kepala Pusat Inovasi dan Kajian Akademik (PIKA) UGM, Dr. Hatma Suryatmojo mengatakan kegiatan kuliah online di tengah wabah pandemi virus corona ini menjadi momentum sekaligus tantangan bagi UGM dalam menerapkan kuliah online.

“Kita sudah menyosialisasikan kuliah daring dengan model Learning Management System ini sejak 2017, namun dengan situasi sekarang justru menjadi tantangan bagi kita bagaimana dosen dan mahasiswa harus terlibat semuanya,” kata Hatma seperti dikutip dari laman UGM.

Sebelum ada kasus virus Corona, pihaknya secara aktif menyosialisasikan dan memberikan pelatihan bagi dosen untuk melakukan kegiatan kuliah interaksi daring dengan aplikasi webex yang sudah disediakan pihak universitas.

Namun begitu, dosen juga diperbolehkan menggunakan aplikasi daring lainnya, seperti skype, Google Hangout, Webinar, Zoom Meeting.

“Kita berikan keleluasaan bagi dosen, namun yang belum terbiasa kita memberikan tutorial hingga pelatihan,” katanya.

Baca juga: Raja Belanda ke UGM, Babak Baru Kolaborasi UGM dengan Institusi di Belanda

Memasuki hari ketiga pembelajaran daring, kata Hatma, seluruh sivitas akademika hampir semuanya sibuk memanfaatkan teknologi kuliah daring. Namun begitu, Webex sebagai metode interaksi langsung dalam jaringan dan interaksi tidak langsung lewat pembelajaran eLisa dan eLok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Di tengah kondisi kegawatdaruratan dan keterbatasan, kita beruntung sudah menyiapkan metode pembelajaran sebelumnya,” katanya.

Soal kesiapan mahasiswa dalam mengikuti metode pembelajaran daring ini tidak banyak yang menghadapi kendala, sebab sebagian besar mahasiswa sudah terbiasa memanfaatkan teknologi tersebut.

“Mereka umumnya native digital sangat familiar dan mudah beradaptasi,” katanya.

Meski begitu, salah satu kendala bagi mahasiswa adalah kuota internet untuk mengakses aplikasi atau situs pembelajaran yang disediakan oleh pihak kampus.

“Mereka harus sediakan kuota yang cukup, sementara baru satu provider yang memberikan biaya gratis, mudah-mudahan diikuti provider yang lain,” ujarnya.

Hingga memasuki hari ketiga kegiatan pembelajaran daring, kata Widyawan, melalui sumber platfrom webex diketahui ada 3.180 kuliah onlline, 1.299 video yang diunggah, dan melibatkan 23.000 total mahasiswa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.