Belajar di Rumah ala DKI Jakarta, Tangsel, Kalbar dan Bogor

Kompas.com - 25/03/2020, 14:09 WIB
Krista Adayu, guru kelas VI SDN Gumilir 06, Cilacap, Jawa Tengah membuat vlog untuk tutorial kepada siswanya yang ditugaskan membuat percobaan amilum pada makanan dan sayuran di rumah. DOK. TANOTO FOUNDATIONKrista Adayu, guru kelas VI SDN Gumilir 06, Cilacap, Jawa Tengah membuat vlog untuk tutorial kepada siswanya yang ditugaskan membuat percobaan amilum pada makanan dan sayuran di rumah.

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengimbau para pendidik dapat menghadirkan belajar yang menyenangkan dari rumah bagi siswa dan mahasiswa.

“Senin 23 Maret 2020 kedepan beberapa daerah masih menerapkan Kegiatan Belajar Mengajar di rumah. Untuk itu kami mengajak kepada para pendidik untuk menghadirkan belajar di rumah yang menyenangkan,” tutur ujar. Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud Ade Erlangga Masdiana melalui rilis resmi (22/03/2020).

Belajar di rumah, kata Erlangga, tidak berarti memberikan tugas yang banyak kepada siswa atau mahasiswa, tetapi menghadirkan kegiatan belajar mengajar yang efektif sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.

Baca juga: Pemprov DKI Perpanjang Kegiatan Belajar di Rumah sampai 5 April 2020

 

DKI Jakarta

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana mengungkapkan pihaknya berkolaborasi dengan sejumlah komunitas pendidikan yang memberikan dukungan platform pembelajaran daring, dan secara suka rela.

Platform belajar ini dapat dijadikan pilihan sesuai dengan kondisi sekolah masing masing-masing.

Selain itu dapat juga dimanfaatkan untuk mencapai kompetensi mimimum siswa dalam pelaksanaannya. Program ini menyediakan konten-konten pembelajaran daring yang dapat diakses secara gratis oleh guru, orang tua, dan anak.

" Guru dan Tendik melaporkan aktivitas harian kepada kepala sekolah. Kepala sekolah yang mengatur jadwal piket sesuai kebutuhan. Dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan, usia, domisili, hingga kondisi kesehatan keluarga dari pegawai, serta peta sebaran Covid-19 yang dikeluarkan pemerintah," terang Nahdiana.

Tangerang Selatan

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tangerang Selatan Taryono mengungkapkan penerapan pembelajaran daring telah dilakukan sejak Senin, 16 Maret 2020.

Kebijakan ini diberlakukan kepada 179 sekolah menengah pertama (SMP), 320 sekolah dasar (SD), dan 600 pendidikan anak usia dini (PAUD).

"Kami membuat edaran tentang belajar di rumah dan guru-guru juga bekerja dari rumah. Hanya ada beberapa guru yang bertugas di sekolah sebagai piket dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," katanya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X