Kompas.com - 27/03/2020, 14:59 WIB

KOMPAS.com - Perpanjangan masa pembelajaran jarak jauh hingga bulan April bahkan Mei 2020 tak hanya memberikan tantangan bagi orangtua karena harus menjadi "guru" utama anak di rumah. Namun, kondisi ini juga memberikan tantangan bagi para guru.

Orangtua menuntut guru agar memberikan tugas yang tak terlalu banyak karena berpotensi membuat siswanya menjadi stres. Namun, di sisi lain guru juga memiliki amanat untuk memastikan siswa mendapatkan materi sesuai tuntutan kurikulum yang ada.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, sistem pembelajaran secara daring ini merupakan masa pembelajaran untuk semua pihak termasuk kementerian.

Sehingga semua harus beradaptasi dengan cepat. "Bagi semua guru, anak, dan bagi kemendikbud, kita tidak mengantisipasi ini terjadi begitu cepat, artinya semua harus belajar sangat cepat bagaimana bisa beradaptasi terhadap belajar dari rumah," papar Nadiem dalam konferensi online di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Baca juga: 12 Edutech Berikan Pembelajaran Online Gratis, Ini Daftarnya

Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyediakan portal pembelajaran bagi siswa dan orangtua, termasuk portal bagi para guru untuk mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi selama proses mengajar, termasuk mengajar online.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Praptono mengatakan, kurangnya persiapan guru dalam menghadapi sistem pembelajaran daring (online) menjadi salah satu faktor hambatan dalam pembelajaran di rumah.

"Ini suatu hal yang mendadak, di mana guru dipaksa melakukan pembelajaran online yang sebelumnya tidak pernah dipersiapkan oleh guru. Ini menjadi peluang bahwa masa pandemik Covid-19 menjadi momen bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang selama ini diharapkan," tutur Praptono.

Sementara itu, lanjutnya, untuk menyiapkan guru-guru agar mampu menguasai pembelajaran daring, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud tengah menjaring aspirasi dari para guru melalui laman kompetensi.kemdikbud.go.id

Baca juga: Guru, Ini Panduan Mengajar Jarak Jauh dari Sekolah Lawan Corona

Lewat portal tersebut, guru diberi ruang untuk bersama-sama mencari solusi, seperti beberapa masalah yang kerap hadir selama proses mengajar, yakni:

"Anak saya sudah belajar berulang kali tapi belum bisa juga."
"Guru sudah diikuti kelas pelatihan tetapi masalah di kelas belum teratasi."
"Sulit sekali mencapai tujuan pembelajaran, kondisi kelas saya kacau seperti ini"

Di kompetensi.kemdikbud.go.id, guru bisa mengisi formulir mengenai kesulitan apa saja yang mereka hadapi dalam menjalankan pembelajaran.

Selain meningkatkan kompetensi lewat portal tersebut, Praptono juga mendorong semua pihak, baik guru dan orangtua, untuk mengoptimalkan penggunaan Rumah Belajar yang diinisiasi oleh Kemendikbud.

"Semakin berasa kebutuhan akan Rumah Belajar di lapangan," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.