Pesan Mahasiswa Brawijaya yang Sembuh dari Covid-19: Corona Bukan Aib

Kompas.com - 02/04/2020, 11:45 WIB
Ilustrasi pasien virus corona dalam masa penyembuhan penyakit Covid-19. ShutterstockIlustrasi pasien virus corona dalam masa penyembuhan penyakit Covid-19.

KOMPAS.com - Tim Satgas Penanganan Covid-19 terus memompa semangat Rhesa H.W, mahasiswa Universitas Brawijaya ( UB) yang kini telah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Setelah mengalami perjalanan melawan Covid-19 dan bangkit untuk kembali sehat dan beraktivitas, dengan dukungan Tim Satgas UB kini Rhesa berkenan untuk mengedukasi masyarakat agar memiliki wawasan lebih luas tentang penyakit Covid-19.

Merangkum dari laman UB, edukasi yang dibagikan Rhesa ke masyarakat berupa cerita bagaimana pengalamannya selama menjadi pasien positif Covid-19.

Tentang apa dan bagaimana virus Corona bisa menginfeksi hingga hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama sakit.

Baca juga: SE Mendikbud: Masa Kuliah Diperpanjang hingga Tugas Akhir Terkait Corona

Rhesa mengatakan, COVID-19 bukan penyakit aib melainkan sebuah wabah yang semua orang bisa mengalaminya.

Sehingga, semua orang diharapkan dapat mendukung kesembuhan pasien dengan cara positif dan tetap mengikuti protokol kesehatan.

"Bagi yang dirawat di rumah sakit ikutilah prosedur petugas kesehatan dan fokus sembuh aja. Untuk yang sehat jangan takut sama yang sedang dalam pengawasan. Ikuti prosedur pemerintah. Tetap jaga kesehatan, jaga kebersihan dan makan-makanan bergizi," kata Rhesa seperti dilansir dari laman UB, Rabu (1/4/2020).

Rhesa menambahkan, virus Corona bisa dilawan oleh daya tahan tubuh. Sedangkan obat-obatan sifatnya hanya membantu meredakan gejalanya saja.

"Perbanyak doa. Ini adalah momen yang sangat tepat untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan," saran Rhesa.

Baca juga: Mahasiswa Unpad Berhasil Lulus Ujian Skripsi Online, Seperti Apa?

Rhesa juga berpesan kepada ODP (orang dalam pengawasan), PDP (pasien dalam pengawasan) dan mereka yang telah dinyatakan positif, untuk tidak panik dan terlalu memikirkan pandangan masyarakat. "Yang terpenting sembuh," kata Rhesa.

Humas Satgas COVID-19 UB Eriko Prawestiningtyas, Sp.F. mengaku bersyukur karena Rhesa berkenan diajak mengedukasi masyarakat untuk menambah wawasan.

"Allhamdulillah, dengan berkenannya yang bersangkutan dan ibunya cukup bisa menambah wawasan orang awam tentang apa dan bagaimana sesungguhnya Covid-19," kata Eriko.

Ia mengatakan, tim promosi kesehatan Satgas COVID-19 juga terus mengedarkan flyer empati yang mana salah satu poinnya adalah memahami perasaan orang lain dan peka terhadap lingkungan sekitar.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X