UGM akan Kirimkan Mahasiswa KKN untuk Pantau Mudik di Yogyakarta

Kompas.com - 04/04/2020, 18:32 WIB
Kondisi ruang tunggu penumpang bus di terminal Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (1/4/2020) Dokumentasi Pihak Terminal Bus Kalideres Kondisi ruang tunggu penumpang bus di terminal Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (1/4/2020)

KOMPAS.com - Universitas Gadjah Mada ( UGM) berencana mengirimkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN_ untuk memantau arus kedatangan pemudik di beberapa desa yang berada di Yogyakarta.

" KKN akan ada yang ditugaskan memantau arus kedatangan pemudik ke desa-desa dan memantau keadaan mereka di desa-desa," jelas Direktur Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat UGM, Irfan. D. Prijambada seperti dikutip dari laman UGM.

Menurut Irfan, rencana tahap awal UGM akan mengirim dua mahasiswa yang ditempatkan di dua desa di Yogyakarta sebagai model.

"Di 1 desa akan dipantau oleh 1 mahasiswa,"terangnya.

Pemantauan pemudik ke Yogyakarta nantinya akan dilaksanakan bekerja sama petugas dari Desa Tangguh Bencana (Destana) hingga karang taruna.

Baca juga: Bisakah Jenazah Pasien Covid-19 Tularkan Virus? Ini Kata Pakar UGM

Ia mengungkapkan bahwa sejumlah desa telah mengundang UGM meminta bantuan terkat penanganan pemudik yang baru datang. Antara lain mengecek suhu tubuh, mengalami batuk atau tidak.

Lebih lanjut Irfan mengatakan untuk 2 mahasiswa yang akan dikirim berasal dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) dan 1 non-FKKMK.

Satu mahasiswa non FKKMK akan ditempatkan sesuai tempat tinggalnya sehingga sudah menyatu dengan masyarakat dan perangkat desa.

"Program ini untuk model dulu, kalau hasil baik kita akan ajak universitas-universitas lain di DIY,"paparnya.

Pemerintah tak larang mudik

Presiden Joko Widodo telah memutuskan tidak akan melarang masyarakat mudik lebaran di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Hal ini diputuskan Jokowi dalam rapat terbatas pada Kamis (2/4/2020) kemarin.

"Diputuskan tidak ada pelarangan mudik resmi dari pemerintah," kata Pelaksana Tugas Menteri Perhubungan Luhut Binsar Panjaitan seusai rapat.

Saat ditanya alasan pemerintah tak melarang mudik, Luhut hanya menjawab singkat. Luhut menyebut ada kemungkinan larangan yang diterbitkan pemerintah juga tak akan diindahkan oleh masyarakat.

"Orang kalau dilarang, (tetap) mau mudik saja gitu. Jadi kita enggak mau (larang)," ucap dia.

Kendati demikian, Luhut menegaskan, pemerintah tetap mengimbau masyarakat tidak mudik demi mencegah penyebaran virus corona Covid-19.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X