Kompas.com - 05/04/2020, 16:43 WIB
Pengalaman belajar di rumah siswa Kelas VI SDN Gumilir 06 Cilacap, Jawa Tengah, salah satunya diisi dengan praktek menanam yang dilakukan bersama orangtua. DOK. TANOTO FOUNDATIONPengalaman belajar di rumah siswa Kelas VI SDN Gumilir 06 Cilacap, Jawa Tengah, salah satunya diisi dengan praktek menanam yang dilakukan bersama orangtua.

Kompas.com – Sudah lebih dari dua minggu para siswa belajar dari rumah sebagai dampak pencegahan penyebaran Covid-19.

Belajar dari rumah ternyata tidak harus selalu soal membuka laptop atau melakukan konferensi video menggunakan Zoom atau Google Clasroom.

Belajar di rumah bisa juga membuat siswa memiliki pengalaman baru yang nyata, unik juga seru.

Hal inilah yang dialami siswa Kelas VI SDN Gumilir 06 Cilacap, Jawa Tengah yang membagikan pengalaman mereka lewat guru mereka Krista Adayu yang juga merupakan fasilitator program Pintar Tanoto Foundation

Membuat poster sampai berjemur

Belajar dari rumah justru membuat Anggi Zalfa Adrina, merasa senang. Karena ia bisa langsung berpraktik dari tugas-tugas yang diberikan guru.

Setiap hari ia dan teman-teman sekelasnya mendapat satu tugas dari guru yang dikirimkan via WA paguyuban orangtua.

Baca juga: 6 Catatan Penting Guru, 2 Minggu Ini Kita Belajar di Rumah...

Misalnya, mereka diminta melakukan percobaan kandungan uji amilum atau zat tepung pada bahan makanan yang tersedia di rumah. Indikator penguji amilum menggunakan iodine yang terkandung di dalam obat anti septik.

Tugas lainnya juga tidak kalah menarik, seperti membuat percakapan cara mencuci tangan yang benar dalam bahasa Jawa bersama orangtua. Membuat poster mencegah penularan covid 19. Membuat minuman tradisional untuk kesehatan.

Ada juga tugas berjemur selama 30 menit sambil berolahraga dengan gerakan yang diciptakan sendiri. Membuat dan membaca puisi karya siswa sendiri sampai menanam pohon di rumah satu minggu sekali.

“Saya senang dengan tugas-tugas yang diberikan oleh guru karena bervariasi jadi tidak bosan. Meskipun belajarnya dari jarak jauh, saya masih bisa bediskusi via WA dengan guru,” tulis Anggi dalam tulisan refleksi mingguannya.

 

Jadi lebih kreatif dan percaya diri

Pengalaman para siswa Kelas VI SDN Gumilir 06 Cilacap, Jawa Tengah, di antaranya dengan membuat vlog atau video sebagai bentuk laporan tugas dari guru.DOK. TANOTO FOUNDATION Pengalaman para siswa Kelas VI SDN Gumilir 06 Cilacap, Jawa Tengah, di antaranya dengan membuat vlog atau video sebagai bentuk laporan tugas dari guru.

Keterbatasan tatap muka dalam pembelajaran, ternyata bisa menciptakan kreativitas. Para siswa menjadi belajar membuat vlog video untuk melaporkan hasil karyanya.

Banati Laela Hasna, teman sekelas Anggi, mengaku dalam dua minggu sudah bisa membuat lima video selama belajar dari rumah.

Baca juga: Tetap Perhatikan Pendidikan Keagamaan Siswa Saat Belajar di Rumah

Video yang dibuatnya mulai dari laporan percobaan uji amilum, cara membuat minuman tradisional, berdialog bersama orangtua dengan bahasa Jawa cara mencuci tangan yang benar, senam dengan gerakan ciptaan sendiri, dan membaca puisi karyanya sendiri.

“Awalnya malu membaca puisi harus divideokan. Tapi berubah jadi bangga setelah melihat videonya dan dikomentari bagus oleh guru dan teman-teman,” ungkap Banati.

Menjadi dekat dengan orangtua

Belajar dari rumah, membuat kebanyakan siswa SD harus mendapat dukungan dari orangtuanya. Mulai dari membuka WA tugas dari gurunya atau mendampingi anaknya belajar di rumah.

Hal itu justru membuat Dennis Farrel merasa lebih dekat dengan keluarganya. Selama pembelajaran jarak jauh, terkadang ada tugas yang harus dikerjakan bersama orangtuanya.

“Seperti saat tugas menanam pohon di rumah, ibu saya yang membantu mengajari cara menanam yang benar,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X