Kompas.com - 25/04/2020, 10:35 WIB
Ilustrasi anak main gadget DragonImagesIlustrasi anak main gadget

"Misalnya mengajak anak membahas tentang sesuatu yang sedang viral di media sosial, tokoh yang sedang menjadi idola, atau aplikasi yang sedang marak digunakan oleh generasi milenial," sarannya.

Menyempatkan waktu untuk berinteraksi dengan anak secara langsung merupakan cara untuk menghangatkan hubungan antara anak dan orangtua. Menjadi fondasi komunikasi selanjutnya.

3. Kesepakatan aturan main

Kesepakatan dalam memberlakukan aturan main penggunaan gawai sangatlah penting dibuat bersama-sama antara anak dan orangtua.

"Misalnya, jam berapa dan berapa lama durasi yang diperbolehkan untuk menggunakan gawai di luar kegiatan belajar online. Selain itu, harus ada aturan main yang harus diberlakukan terkait aktivitas tayangan yang boleh dan tak boleh diakses sehingga anak memiliki arahan yang jelas dalam mengambil sikap,” jelas Yulina.

Baca juga: Beasiswa S2 Manajemen PPM Jakarta, dari Biaya Kuliah hingga Uang Saku

4. Jadwalkan aktivitas

Membuat jadwal aktivitas harian yang jelas dapat mengarahkan anak untuk mengetahui aktivitas apa yang seharusnya dilakukannya sehari-hari. Orangtua pun jadi tak mudah lupa apa saja yang harus dilakukan dalam satu hari.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Anak yang disibukkan dengan beragam aktivitas bermanfaat akan tidak mudah merasa bosan di rumah sehingga mencari hiburan melalui akses perangkat digital," paparnya.

5. Update tentang media digital "zaman now"

Orang tua perlu belajar tentang berbagai perangkat teknologi terbaru yang biasa digunakan oleh anak. Bahkan jika memungkinkan, belajar dari anak secara langsung.

Terus mengikuti perkembangan dunia digital akan memudahkan orangtua melalukan pengawasan terhadap anak di dunia maya, dunia yang jarang sekali terpantau oleh orangtua.

"Kontrol orang tua dapat dilakukan dengan memberlakukan kata sandi untuk mengunduh aplikasi tertentu. Sehingga anak memiliki keterbatasan dalam mengakses aplikasi tanpa sepengetahuan orang tua," kata Yulina.

6. Berinteraksilah dengan anak di media sosial

Interaksi orangtua dengan anak di dunia maya sebaiknya harus dilakukan, sehingga orangtua juga perlu membuat akun yang memungkinkannya berinteraksi dengan anak.

Selanjutnya, lakukan interaksi dengan bijak dan tetap memperhatikan privasi anak. Bila tak ada hal-hal yang mengkhawatirkan, cukup pantau aktivitas anak di dunia maya tanpa menginterupsi.

7. Berikan apresiasi

Memberikan apresiasi atas capaian-capaian kecil yang dilakukan oleh anak adalah strategi yang tak kalah penting untuk mengarahkan anak menggunakan media digital dengan bijaksana.

Misalnya, beri anak apresiasi ketika menepati jadwal menggunakan perangkat media digital atau menghindari untuk mengakses konten yang tidak sesuai dengan usia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.