Kompas.com - 29/04/2020, 15:16 WIB
Kepala LLDikti Wilayah III, Prof. Agus Setyo Budi dan tim LLDikti Wilayah III tetap melakukan evaluasi dan monitoring kegiatan perguruan tinggi selama pandemi Covid-19 (27/4/2020). DOK. LLDikti Wilayah IIIKepala LLDikti Wilayah III, Prof. Agus Setyo Budi dan tim LLDikti Wilayah III tetap melakukan evaluasi dan monitoring kegiatan perguruan tinggi selama pandemi Covid-19 (27/4/2020).

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 di Indonesia membawa sejumlah dampak di sektor pendidikan, termasuk bagi Perguruan Tinggi. Beberapa persoalan mengemuka bagi mahasiswa di antaranya adalah kouta dan SPP.

"Sesuai data yang kami kumpulkan dari 613 responden di LLDikti III hal kendala yang dihadapi, 47 persen tentang bantuan kuota internet dan 21 persen mengenai pembiayaan perkuliahan (SPP)," jelas Kepala LLDikti Wilayah III, Prof. Agus Setyo Budi.

Prof. Agus menambahkan, sample survei yang terkumpul tersebut baru di bawah 0,1 persen dengan total 718.238 mahasiswa di wilayah LLDikti Jakarta dan sekitarnya.

"Sampai dengan minggu depan, data nya masih kita jaring dan akan kita carikan solusi yang tepat dari kendala yang dihadapi. Kita juga akan terus update dan diskusikan masalah ini dengan para pimpinan perguruan tinggi dalam monitoring evaluasi senin depan," ujar Prof. Agus.

Sejalan hal itu, Kemendikbud juga sudah menyediakan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan on-going beasiswa Bidikmisi untuk memastikan mahasiswa yang bermasalah secara finansial untuk tetap kuliah.

Khusus teknis kegiatan belajar dan mengajar diberikan otoritas luas kepada pimpinan perguruan tinggi dalam mengambil langkah terbaik yang ditentukan masing-masing kondisi perguruan tinggi.

Baca juga: 9 Peringkat Universitas Terbaik Indonesia Paling Berdampak versi THE

Imbauan tetap produktif

"Dampak yang dirasakan inilah yang membuat insan pendidikan tinggi untuk berpikir dan harus mampu beradaptasi," kata Prof. Agus.

Ia menyampaikan, "Berbagai cara kita lakukan, demi menjaga mutu perguruan tinggi. Mulai dari koordinasi dengan para pimpinan Perguruan Tinggi hingga membuat kegiatan-kegiatan yang bermanfaat."

Prof. Agus menyampaikan berada dalam situasi tidak pasti seperti ini membuat menjadi sulit meprediksi keadaan 2-3 bulan ke depan, termasuk dalam hal operasional di perguruan tinggi.

Walaupun ada pandemi, ia berharap produktifitas dan pelayanan tetap berjalan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X