Hardiknas, "Saya Menulis Ini dengan Tetes Air Mata..."

Kompas.com - 02/05/2020, 10:17 WIB
Upacara bendera merayakan HUT ke-73 Republik Indonesia di Sekolah Dasar Negeri Rapamanu, Desa Mbatakapidu, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat (17/8/2018).
KOMPAS.com/SILVITA AGMASARIUpacara bendera merayakan HUT ke-73 Republik Indonesia di Sekolah Dasar Negeri Rapamanu, Desa Mbatakapidu, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat (17/8/2018).

Oleh Titien Suprihatien

“Saya menulis dengan tetes air mata berharap semangat juang para pahlawan lahir di setiap hati kita. Indonesia tidak akan bisa bangkit dengan keindividuan. Sungguh bangsa ini butuh persatuan yang nyata.”

Dua bulan sudah bangsa ini goyah, wabah dari zat tak kasat mata membuat Indonesia bahkan dunia mengalami demam total.

Sampai 30 April 2020 juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid 19, Achmad Yurianti mengatakan kasus positif Corona di Indonesia menembus angka 10.118 pasien.

Sekitar 54 persen berada di kelompok usia 3—59 tahun. Mobilitas tinggi membuat kelompok ini beresiko tinggi untuk tertular.

Anak bangsa berbagi tugas

Indonesia bukanlah bangsa yang "cemen". Negeri ini lahir dari perjuangan dengan tetes darah para pahlawan. Kita diwarisi semangat gotong royong bahu membahu semenjak dahulu. Namun harus diakui warisan tak ternilai itu nyaris hilang ditelan individualisasi.

Ini saatnya kita bersatu, saling bergandeng tangan. Berjuang berbagi tugas sesuai bidang profesi masing-masing. Merapatkat kinerja tanpa kontak fisik disertai doa dan keyakinan.

Bagaimana pendidikan bisa bertahan?

Baca juga: Sejarah Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)

Kembali kepada persatuan, semua guru harus melakukan edukasi gotong royong. Bekerja sama tanpa membeda-bedakan segala hal. Akan terasa berat jika pendidikan jarak jauh dilakukan sendiri-sendiri.

Edugoro bagai ilmu sapu lidi. Semua guru menjalin kerja sama, menyatukan kekuatan dengan strategi sederhana. Salah satu contoh: guru-guru dalam satu kabupaten bekerja sama membuat jadwal pembelajaran jarak jauh (PJJ) live atau secaara langsung di media sosial.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X