Kompas.com - 05/05/2020, 11:26 WIB

“Kerja terbatas, transportasi terbatas, otomatis produktivitas dan produksi pangan berkurang. Gangguan transportasi akan mengganggu juga ekspor impor, tambahan lagi nilai dolar meningkat dan nilai rupiah anjlok sehingga impor mahal dan permintaan ekspor menurun,” jelasnya.

Kemandirian pangan

Saat ini hampir semua sektor pangan utama Indonesia masih mengalami defisit, seperti gandum, gula, kedelai, jagung, bawang putih, bawang bombai, cabai, telur, daging, dan lainnya.

Untuk mengatasi persoalan ini, Masyhuri menyarankan pemerintah untuk segera meningkatkan kemandirian pangan.

Indonesia, lanjutnya, perlu meningkatkan produksi pangan dalam negeri serta membangkitkan kembali target pencetakan sawah yang selama ini masih mengalami kegagalan, di samping mendorong adanya lumbung pangan di daerah.

Baca juga: Beasiswa S2 Manajemen PPM Jakarta, dari Biaya Kuliah hingga Uang Saku

“Gudang Bulog sangat tidak cukup untuk cadangan pangan. Oleh karena itu, pemerintah harus mendorong adanya lumbung pangan mulai dari RT RW, pedukuhan, kelurahan, dan seterusnya,” ungkapnya.

Selain itu, masyarakat juga perlu diberikan sosialisasi mengenai program pemerintah yang menjamin tersedianya bahan kebutuhan pokok tersebut.

"Pemerintah harus bisa meyakinkan masyarakat, dan keberadaan lumbung pangan menurutnya akan membantu memberikan keyakinan tersebut," pungkas Masyhuri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.