SMK Kudus Bergerak Bersama Bantu Redam Wabah Covid-19

Kompas.com - 10/05/2020, 09:56 WIB
SMKN 3 Kudus, SMKN 1 Kudus, dan SMK Duta Karya Kudus, ketiganya binaan Djarum Foundation, turut berperan aktif memberikan solusi permasalahan pandemi Covid-19. DOK. DJARUM FOUNDATIONSMKN 3 Kudus, SMKN 1 Kudus, dan SMK Duta Karya Kudus, ketiganya binaan Djarum Foundation, turut berperan aktif memberikan solusi permasalahan pandemi Covid-19.

KOMPAS.com - Terkait pandemi Covid-19, pemerintah secara resmi menjalankan kebijakan belajar dari rumah. Dengan demikian, pendidikan SMK saat ini diharapkan dapat menciptakan strategi belajar tepat sasaran demi menjawab tantangan pendidikan saat wabah Corona.

Dalam pidato peringatan Hari Pendidikan Nasional 2020 lalu, Mendikbud Nadiem Makarin mengusung tema “Belajar Dari Covid-19”.

Mendikbud menyampaikan, “Krisis ini menjadi tantangan luar biasa bagi negara kita dan seluruh dunia. Tetapi, dari krisis ini kita mendapatkan banyak sekali hikmah dan pembelajaran yang bisa kita terapkan saat ini dan setelahnya."

“Betapa pentingnya norma-norma kemanusiaan di dalam masyarakat kita. Timbulnya empati, timbulnya solidaritas di tengah masyarakat kita pada saat pandemi Covid-19 ini merupakan suatu pembelajaran yang harus kita kembangkan. Bukan hanya di masa krisis, tetapi juga di saat krisis ini telah berlalu," tegasnya.

Baca juga: Cara Honda Dukung Aktivitas Belajar Murid SMK dari Rumah

Produksi APD dan antiseptik

Terkait kondisi tersebut, SMKN 3 Kudus, SMKN 1 Kudus, dan SMK Duta Karya Kudus, ketiganya binaan Djarum Foundation, turut berperan aktif memberikan solusi permasalahan pandemi Covid-19.

Berangkat dari kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis di rumah sakit di seluruh Indonesia, siswa SMKN 3 dan SMKN 1 Kudus berinisiatif dan mendapat bimbingan guru untuk memproduksi APD.

Siswa jurusan Tata Busana di kedua sekolah tersebut berpartisipasi dan mempraktekkan langsung pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk membuat pola APD.

Proses produksi tetap menjaga kualitas material dan pola APD yang sesuai dengan standar rumah sakit. Produksi APD dilakukan oleh siswa-siswi dengan kondisi tubuh yang fit dan sehat.

Prosedur dan anjuran menjaga kesehatan selama pandemi Covid 19 juga tetap diberlakukan. Siswa mengenakan masker higienis, menjaga kebersihan, dan menerapkan physical distancing demi keamanan bersama ketika memproduksi APD di lingkungan sekolah.

Mereka berhasil memproduksi 400 set APD hanya dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X