Cerita Mahasiswi Unair Rayakan Idul Fitri di Taiwan saat Pandemi Corona

Kompas.com - 27/05/2020, 18:07 WIB
Suasana berbeda dirasakan oleh Mahasiswi Universitas Airlangga (Unair) Nudiya Syaif Millah. Nudiya harus Lebaran di negeri orang karena tengah menjalani double degree di Asia University, Taiwan, sebagai program Fakultas Vokasi (FV) Unair. Dok. UnairSuasana berbeda dirasakan oleh Mahasiswi Universitas Airlangga (Unair) Nudiya Syaif Millah. Nudiya harus Lebaran di negeri orang karena tengah menjalani double degree di Asia University, Taiwan, sebagai program Fakultas Vokasi (FV) Unair.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat masyarakat Indonesia tak bisa mudik ke kampung halaman. Walau begitu, suasana Lebaran di ibu kota masih terasa nyata karena mayoritas penduduk Indonesia merayakan Idul Fitri.

Berbagai menu makanan khas lebaran seperti opor ayam, ketupat, hingga rendang masih mudah ditemui di hampir penjuru negeri.

Namun, suasana berbeda dirasakan oleh Mahasiswi Universitas Airlangga ( Unair) Nudiya Syaif Millah. Nudiya harus berlebaran di negeri orang karena tengah menjalani double degree di Asia University, Taiwan, sebagai bagian dari program Fakultas Vokasi (FV) Unair.

Baca juga: Belajar dari Selandia Baru, Penambahan Kasus Corona Mendekati Nol

Nudiya mengawali cerita tentang kondisi di Taiwan saat ini. Ia bercerita, saat ini di Taiwan tidak ada lagi tambahan kasus positif baru alias zero case.

Karena itulah, ia bisa bersilaturahmi dengan mahasiswa asal Indonesia lainnya dan merayakan Idul Fitri bersama.

Kendati demikian, pemerintah setempat tetap memperingati masyarakat untuk selalu waspada dan menggunakan masker saat berkegiatan di luar rumah.

“Alhamdulillah, sudah zero case. Pemerintah sudah mewanti-wanti untuk tetap waspada dan selalu menggunakan masker saat berkegiatan di luar rumah,” tuturnya seperti dilansir dari laman Unair News, Senin (25/5/2020).

Nudiya mengapresiasi kinerja pemerintah Taiwan dalam menangani pandemi Covid-19. “Pemerintah benar-benar ketat dan luar biasa dalam menangani Covid-19 ini. Terlihat dari jumlah kasus yang benar-benar sedikit,” imbuhnya.

Baca juga: KIP Kuliah Jalur SBMPN dan SBMPTN 2020 Dibuka, Ini Alur Pendaftaran

Selain silaturahmi, mencari kue khas lebaran hingga memasak makanan yang mengingatkan akan suasana Lebaran di Indonesia merupakan cara Nudiya untuk mengobati rasa rindu.

“Belilah makanan yang memang mengingatkan dan meningkatkan vibes Lebaran seperti biskuit atau kue Lebaran yang jadi ciri khas lebaran di Indonesia atau bisa masak sendiri masakan khas Indonesia,” paparnya.

Bersilaturahmi dengan mahasiswa asal Indonesia lain dan makan bersama jadi agenda utama Nudiya saat lebaran di negeri orang.

“Kegiatannya makan bersama, tapi sebelumnya kita pastinya meluangkan waktu untuk memasak bersama. Setelahnya yang tidak kalah penting yaitu silaturahmi dengan mahasiswa Indonesia lainnya,” pungkas Nudiya.

Dengan begitu, meski masyarakat muslim adalah minoritas di Taiwan, Nudiya masih bisa merasakan kehangatan suasana Lebaran.

Baca juga: Dibuka, Pendaftaran Beasiswa S1 di 8 Perguruan Tinggi BUMN 2020



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X