Webinar Nasional UT: PJJ Jadi "Role Model" Pendidikan Tinggi Masuk Era "New Normal"

Kompas.com - 04/06/2020, 13:39 WIB
Penguatan PJJ sebagai role model pembelajaran pendidikan tinggi di masa new normal ini  mengemuka dalam webinar nasional yang diadakan Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT) bersama UT dan Perhimpunan Organisasi Alumni PTN Indonesia (Himpuni) yang digelar Rabu (3/6/2020). DOK. UNIVERSITA TERBUKAPenguatan PJJ sebagai role model pembelajaran pendidikan tinggi di masa new normal ini mengemuka dalam webinar nasional yang diadakan Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT) bersama UT dan Perhimpunan Organisasi Alumni PTN Indonesia (Himpuni) yang digelar Rabu (3/6/2020).

KOMPAS.com - Memasuki masa "kenormalan baru" atau "new normal", pola pembelajaran jarak jauh (PJJ) diharapkan dapat menjadi tulang punggung atau penyokong dalam mendukung proses pembelajaran di pendidikan tinggi.

Pelaksanaan PJJ terbukti telah menjadi salah satu solusi bagi perguruan tinggi dalam mengatasi keterbatasan pelaksanaan pembelajaran selama masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang hampir memasuki bulan ke-3 ini. 

Penguatan PJJ sebagai "role model" pembelajaran pendidikan tinggi di masa "new normal" ini  mengemuka dalam webinar nasional yang diadakan Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT) bersama UT dan Perhimpunan Organisasi Alumni PTN Indonesia (Himpuni) yang digelar Rabu (3/6/2020).

Belajar dari Covid-19

Pembicara pertama Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan dan Ketua Umum IKA UT,  memberikan apresiasi kepada UT yang telah merintis Pendidikan Jarak Jauh sejak 35 tahun lalu.

"PJJ yang telah dirintis UT ini juga berperan dalam mendukung program pemerintah yang menempatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) pada posisi pertama menuju Indonesia Maju," ujar Moeldoko.

Baca juga: Mendikbud Nadiem Akui Sulitnya Proses Adaptasi Online Learning

Tidak saja memberikan kontribusi dalam peningkatan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi, PJJ juga menjadi terobosan dan jawaban selama mahasiswa tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka di kampus.  

Di sisi lain, Moeldoko juga mengungkapkan wabah Covid-19 telah membawa "berkah" positif terutama menguatkan peran orangtua dalam pendidikan karakter anak melalui proses belajar di rumah.

"Di sisi lain para guru dapat melatih keterampilan dalam memanfaatkan teknologi," tambahnya.

Peran penting PJJ di masa pandemi Covid-19 juga ditekankan pembicara lain, Prof. Aris Junaedi, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud.

"PJJ merupakan sistem pendidikan yang paling sesuai dengan mengacu protokol kesehatan Covid-19 yang berlaku yaitu adanya pembatasan fisik atau physical distancing untuk mencegah penularan Covid-19," ujar Prof. Aris.

Ia menambahkan, "melalui PJJ, proses belajar mengajar tetap berlangsung tanpa perlu tatap muka secara langsung. Saat ini, Kemendikbud menyediakan platform pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh perguruan tinggi melalui www.spada.kemendikbud.go.id."

Transformasi tatap muka ke online learning 

 

Penguatan PJJ sebagai role model pembelajaran pendidikan tinggi di masa new normal ini  mengemuka dalam webinar nasional yang diadakan Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT) bersama UT dan Perhimpunan Organisasi Alumni PTN Indonesia (Himpuni) yang digelar Rabu (3/6/2020).DOK. UT Penguatan PJJ sebagai role model pembelajaran pendidikan tinggi di masa new normal ini mengemuka dalam webinar nasional yang diadakan Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT) bersama UT dan Perhimpunan Organisasi Alumni PTN Indonesia (Himpuni) yang digelar Rabu (3/6/2020).

Rektor UT, Prof. Ojat Darojat memaparkan UT turut serta membantu penyelenggaraan interaksi akademik melalui pembelajaran dalam jaringan (daring).

Prof, Ojat menggambarkan memasuki era "new normal" pendidikan tinggi akan ditandai dengan tranformasi pembelajaran tatap muka di ruang kelas menjadi pembelajaran berbasis daring, mulai yang bersifat campuran (daring dan luring) maupun sepenuhnya online

 

"(Dalam new normal nanti akan ditandai dengan) terjadinya pergeseran paradigma pembelajaran dari pola tatap muka menjadi blended learning maupun fully online," ungkap Prof. Ojat Darojat.

"Keberhasilan dalam pembuatan bahan ajar digital," lanjut Prof. Ojat, "dijembatani oleh teknologi yang memadai, dukungan dari para ahli di bidang konten, media, IT, desain dan lain-lain."

“PJJ menjadi program strategis yang dibutuhkan semua perguruan tinggi, literasi edukasi dan internet bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan sama, Basuki Yusuf Iskandar, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengakui masih terdapat daerah belum mendapatkan akses internet (blind spot).

Baca juga: Nadiem Makarim: Kemendikbud akan Terus Dorong dan Dukung Inovasi Perguruan Tinggi

 

"Untuk mendukung akses internet bagi seluruh masyakat Indonesia, Kementerian Kominfo telah meluncurkan Palapa Ring dan memperluas jangkauan fiber optik," ujarnya.

Sementara itu, Maryono, Koordinator Presidium Himpuni menyampaikan saat ini Indonesia telah memasuki generasi kelima di mana model PJJ telah sampai pada e-learning dengan memanfaatkan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK).

Pihak IKA-UT juga menyampaikan, webinar nasional yang dimoderatori oleh Sri Sediyaningsih, Kepala Pusat Pengembangan Hubungan Internasional dan Kemitraan UT ini diikuti lebih dari 15 ribu peserta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X