Kompas.com - 05/06/2020, 16:09 WIB
Anak bermain pasir di pantai sambil belajar. KOMPAS.com/ALBERTUS ADITAnak bermain pasir di pantai sambil belajar.
|

KOMPAS.com - Ada banyak cara untuk menstimulasi perkembangan motorik anak. Terlebih pada anak usia 5-6 tahun, beberapa cara ini bisa membantu merangsang perkembangan motorik anak.

Perkembangan motorik merupakan aspek perkembangan penting yang harus distimulasi pada anak. Ini karena nantinya dapat menentukan keterampilan anak dalam bergerak dan melakukan aktivitas fisik di kehidupan sehari-harinya.

Selain itu, perkembangan motorik meliputi pertumbuhan dan penguatan tulang, otot, dan kemampuan anak untuk bergerak dan menyentuh sekitarnya.

Baca juga: Ajarkan Hal-hal Kecil Ini pada Anak Agar Sayang Keluarga

Melansir laman Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kamis (4/6/2020), perkembangan motorik anak dibagi dua kategori, yakni motorik halus dan motorik kasar.

Keterampilan motorik halus mengacu pada gerakan kecil di tangan, pergelangan tangan, jari, kaki, jari kaki, bibir dan lidah.

Terampil motorik halus berarti anak mampu mengontrol objek-objek yang melibatkan koordinasi mata-kaki dan mata-tangan.

Keterampilan motorik kasar melibatkan perkembangan otot yang meliputi keterampilan gerak lokomotor dan non lokomotor, manipulatif.

Misalnya pada bayi mengangkat kepala, duduk dan merangkak, dan akhirnya berjalan, berlari dan melompat. Orang tua dapat membantu mengembangkan keterampilan motorik anak mengenali ciri dan urutan perkembangannya secara umumnya.

Dimulai dari tubuh bagian dalam, termasuk kepala, leher, lengan dan kaki. Kemudian bergerak ke tubuh bagian luar, seperti tangan, kaki, jari tangan dan kaki.

Namun, penting untuk diingat bahwa setiap anak berkembang secara berbeda sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya.

Bagi orang tua, berikut ini beberapa ide untuk mendorong perkembangan motorik sesuai dengan usia perkembangan 5-6 tahun:

Motorik kasar

1. Saat berada di luar ruangan, ajak anak untuk berlari, melompat, memanjat dan melatih keseimbangan melalui permainan atau permainan tradisional (permainan tradisional engklek, engrang, gobak sodor, dan lain-lain).

2. Ajak anak main lempar bola di halaman rumah.

3. Minta anak Anda membantu pekerjaan rumah tangga yang sederhana.

Motorik halus

1. Merangkai manik-manik, memotong dengan gunting, mengancingkan baju atau mengikat tali sepatu.

2. Berikan krayon, spidol, dan berbagai alat atau bahan permainan untuk anak agar anak dapat melatih otot-otot jarinya.

Baca juga: Ini Manfaat Hidup Rukun bagi Anak Sekolah

3. Lakukan proyek seni dan kerajinan menggunakan pasir, tanah liat, playdough, gunting, dan manik-manik kecil pada seutas tali.

4. Ajak anak untuk bermain puzlle.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X